Friday, January 30, 2015

Aruna & Lidahnya


Aruna & Lidahnya
by. Laksmi Pamuntjak
Paperback, 427 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama


Beriman pada makanan 
membuat semuanya mudah, 
karena makanan tak menuntut ibadat dan kesetiaan, tak ganas maupun cemburu, ia bahkan tak punya teologi yang pasti, tak menyuruhmu mengadakan korban, memakai jilbab, menaruh sesaji dan melafalkan ayat-ayat suci, tak menampik penggemar menu lain apalagi menyatakannya sesat, ia merayakan panca indra dan bukan ketegaran hati dan pikiran.


Aruna Rai, 35 tahun, belum menikah. Pekerjaan Epidemiologist (ahli wabah) spesialisasi flu unggas. Obsesi.. makanan. 

Aruna Rai adalah seorang konsultan yang bekerja pada kementrian kemakmuran dan kebugaran rakyat atau yang biasa disingkat Mabura. Posisinya sebagai ahli wabah di kementrian tersebut menjadikan hidupnya sungguh sangat sibuk akhir-akhir ini karena serangan flu burung. Banyak unggas yang mati, bahkan sudah ada pula kasus yang menyerang manusia, dan sudah memakan korban. Kemenmabura didesak untuk bertindak, dorongan untuk memproduksi vaksin pencegah penularan kepada manusia semakin keras. Namun ada yang aneh di sini..

Dalam kasus terakhir, ada kasus korban meninggal di delapan kota akibat flu ini. Delapan kota yang letaknya berjauhan. Banda Aceh, Medan, Pontianak, Singkawang, Bangkalan, Pamekasan, dan lombok. Apa benang merahnya? Dan anehnya lagi, di delapan kota tersebut masing-masing hanya memakan korban satu orang.. iyaak cuma satu orang aja. Dan tentu saja ini jauh dari kata mewabah. Namun kematian satu orang di masing-masing kota ini seakan menjadi tambahan dorongan yang kuat untuk memproduksi vaksin untuk manusia. Padahal diyakini, varian virus flu burung yang ada saat ini belum sampai bermutasi hingga bisa menularkan kepada manusia. Pendapat pemerintah pun terpecah. 

"Mereka harusnya menyediakan vaksin yang andal untuk unggas. Tapi yang diadakan malah vaksin mahal tapi enggak efektif untuk mencegah penularan. Lini terdepan harus tetap dokter hewan."

Lalu apa maksud pihak-pihak yang memaksa diperlukan vaksin untuk manusia? Ada maksud apa dibaliknya? Dan benarkah kedelapan korban tersebut tewas akibat flu burung?

***

Ini adalah buku kedua Laksmi Pamuntjak yang aku baca selain Amba. Diksi-diksi indah masih akan kita temui selama membaca novel ini. Salah satu kebahagiaanku membaca novel Indonesia adalah ketika mereka bercerita dengan bahasa yang indah. Tak ada campur-campur bahasa yang berlebihan, semua pada porsinya. Diksi dan keluwesan penceritaan memnjadi nilai plus dalam buku ini. Selain Laksmi, masih ada Okky Madasari dan Leila .S Chudori yang juga memiliki kemampuan yang sama dalam menerapkan bahasa ke dalam ceritanya. 

Namun yang menjadi kekecewaanku, makanan dalam novel ini menurut aku sih gak berperan terlalu krusial dengan kasus yang dihadapi Aruna ya sebenernya.. selain mengganggu confit de canard nya. Makanan dalam buku ini digunakan sebagai penghubung dalam alur cerita, pembungkus keseluruhan.  

Bukunya ga cetar membahana gimana gitu, aku aja sempat bosan dengan buku ini dan mengcombo dengan buku lain. Ya mungkin karena penulis bukan tipe penulis yang terbiasa menulis tentang tipe cerita detektif seperti ini, fokus utamanya malah lebih terasa pada makanannya. Terlihat sekali kalau penulis sedang menghubungkan pembaca dengan realitas yang terjadi seperti kesehatan nasional, politik, mitos, agama, realitas sosial, sejarah lokal serta juga cinta dan persahabatan lewat makanan.
Selain itu, mbak Laksmi juga menggunakan pendekatan kuliner ini untuk merayakan perbedaan manusia yang saling bertaut dalam berbagai isu sosial. Sehingga aku yang membacanya lebih tertarik pada kol nenek daripada teori-teori konspirasi yang mungkin terjadi dalam pengadaan vaksin *teringat kasus namru*

Jadi aku rasa tiga bintang saja untuk buku ini.

Dan sekarang waktunya menebak santaaaa...

Seperti yang sudah kujelaskan dalam post riddle pada bulan desember kemarin (post bisa dilihat di sini) , santaku menamai dirinya Santo yang mungkin saja kependekan dari Santoso :p. Bukunya datang mepet di hari-hari terakhir sebelum aku cuti, yang aku yakini ada unsur kesengajaan di sini *evil smile*

Santo memberikan aku dua buah buku yang review buku keduanya bisa dibaca di sini. Buku tambahannya adalah sebuah buku yang baguuuus banget karangan Iwan Simatupang, buku tipis yang isinya tentang pelajaran-pelajaran hidup, buku yang menjadi hadiah tambahan yang sekarang malah lebih aku sukai daripada buku hadiah utamanya hahahha.. ternyata selera bacaan santo lebih bagus dari aku, mau donk dikirimin buku lagi #eh

Dan ini penampakan keseluruhan hadiah dari santo


Buku Koong dan keempat bookmark itu aku yakini sebagai riddle untuk mengungkap siapa dirinya, karena santo menyuruh untuk melihat isi keseluruhan dari paket tersebut.

Kesimpulan awal yang bisa aku dapatkan adalah kalau selera bacaan santo itu buku-buku berat, terbukti dari bookmark bikinannya sendiri yang mengutip kata-kata dari penulis sastra seperti Tolstoy dkk. Bookmark ini diselipkan dalam lembar halaman buku Koong. Aku yang sangking girangnya dapat bookmark bagus, langsung panik ketika berpikir jangan-jangan di halaman yang diselipkan itu ada petunjuknya. Tapi setelah kupikir buku Koong ini tipis, aku yakin bisa memperoleh kembali petunjuk dalam buku ini selama membacanya. Tapi sampe selesai ngebaca gak kepikiran petunjuk apapun yang mungkin ada dalam buku ini.

Sebenernya siiiihhh... habis dapat paket dari santo ini, aku langsung bisa tahu siapa.. tapi kalau aku ga pura-pura mikir nanti ga ada yg diceritain di sini donk hahaha.. 

Lalu gimana kok bisa langsung tahu?

Aku langsung search buku Kooong itu di goodreads, dan voilaaa.. cuma ada satu orang temanku di goodreads yang sudah membaca buku ini.. dan beliau adalaaaah.. 


Yak.. santaku adalah pak Korum.. Helvry Tiana Santoso hahahha... 

#lalukabur.



Diikutsertakan dalam :




10 comments:

  1. pasti Luna bilang, rilldenya kurang susah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini berkah jd anak baik lin, kasih riddle gampang dapetnya pun gampang :p

      Delete
  2. Bang Epi ayo segera mengaku.. Bang Epi bukan? :)

    ReplyDelete
  3. Dulu wak Epi pernah bilang ke aku kalo X-nya ini anak lama..

    ReplyDelete
  4. Eh nama link blog mbak ganti jadi anggota nya malfoy ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sasti, dua kali aku ikut test di pottermore eh dua kali pula masuk slytherin :(
      Jafi agak gmn gitu pakai nama blog ravenclaw :))

      Delete
  5. Sebenarnya aku udah pusing pas dikasih tau bahwa Luna yang jadi target..Kebayang susahnya bikin riddle...tapi baguslah kali ini, nggak ninggalin jejak berupa tiket kereta api seperti Secret Santa tahun lalu...hahaha

    Jadi bagaimana drama santa? hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran kan SENGAJA BUAT KIRIM MEPET2?
      Divisi event ampe pusing, klo korumnya telat kirim gift masak kudu hukum pak korum hahhaha..
      Makasih ya bang hadiahnya, aku suka smuanya..

      Delete