Thursday, February 13, 2014

The WItches

Sumber : Goodreads

The Witches
by. Roald Dahl
Paperback, 208 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama

Salah satu alasan aku membaca buku ini adalah karena Norwegia. Norwegia, negara impianku untuk aku kunjungi suatu hari nanti ternyata menyimpan banyak cerita tentang penyihir. Begitulah yang tertuang dalam buku The Witches karya Roald Dahl ini. 

Aku yang merupakan tokoh utama dalam buku ini harus kehilangan kedua orang tuanya karena meninggal dalam suatu kecelakaan. Dari situ, dia kemudian diasuh oleh neneknya dan harus meninggalkan Inggris demi mengikuti neneknya yang tinggal di Norwegia. Selama tinggal di Norwegia, neneknya banyak bercerita tentang kisah penyihir-penyihir yang rupanya banyak mendiami Norwegia. Cerita yang menurut neneknya adalah cerita nyata. Si Penyihir selalu saja wanita, berkuku tangan panjang dan tidak memiliki jari kaki. Kepala mereka botak. Para penyihir memiliki seorang ratu yang mempunyai kekuatan sihir maha dahsyat dan juga dapat memproduksi uang sendiri. Itulah mengapa para penyihir tak perlu khawatir akan kekurangan uang. Tugas mereka hanya menyingkirkan semua anak-anak di muka bumi ini. Anak-anak akan menimbulkan bau seperti kotoran anjing untuk penyihir, oleh karena itulah mereka harus disingkirkan. Begitulah cerita nenek kepada "Aku" cucunya.


Ada banyak cara yang dilakukan oleh para penyihir untuk menyingkirkan anak-anak. Ada yang menyihir mereka menjadi batu (jangan-jangan si malin kundang itu sebenernya disihir yak? :D) dan ada juga yang menyihir mereka masuk ke dalam lukisan. Sang nenek juga bercerita kalau setiap tahunnya, para penyihir akan berkumpul di suatu tempat.. menyamar sebagai wanita-wanita terhormat dengan wig yang menutupi kepala botaknya, sepatu hak tinggi untuk menutupi kakinya yang tidak memiliki jari serta tangan yang bersarung untuk menutupi kuku-kukunya yang panjang melengkung dan melakukan pertemuan di sebuah hotel untuk membahas rencana-rencana mereka menyingkirkan anak-anak.

Dan tibalah hari itu.. ketika Aku dan sang nenek berlibur. Di hotel yang sama tempat mereka berlibur, ternyata sedang diadakan pertemuan wanita-wanita yang tidak mendukung kekerasan terhadap anak kecil. Sebuah acara yang bertujuan untuk mengkamuflase maksud sebenarnya. Itu adalah pertemuan para penyihir! dan tanpa sengaja Aku terjebak di antar wanita-wanita itu.. Lalu apa yang akan terjadi? :O

***

Setelah membaca buku ini, aku bisa dengan yakin mengatakan kalau sebenarnya buku ini terlalu absurd untuk dikategorikan sebagai buku anak-anak. Roald Dahl dan penyihirnya terlalu nyeleneh dan menakutkan. Mungkinkah sebenarnya cerita ini dimaksudkan untuk kalangan dewasa pada awalnya? entahlah... Moral storynya pun aneh.. masak iya harus gak perlu mandi biar gak bisa dicium oleh penyihir? wah kalau anak-anak yang baca ini jangan-jangan mereka malah tambah malas mandi hihihi.. Aku jadi penasaran ingin membaca karya Roald Dahl yang ditujukan untuk kalangan dewasa.

Dan untuk Norwegianya.. ternyata buku ini tidak banyak mengulas tentang Norwegia. Wah.. kira-kira buku apa ya yang membahas lebih dalam tentang Norwegia?

2 comments:

  1. Wah, layout baru ya, kak? *salah fokus
    Tapi keren sih, hehhe..
    Dahl emang cerita anaknya agak absurd, walau aku suka aja sih. Eh tunggu, aku belum baca ini deh *ditendang

    ReplyDelete
  2. LOL iya buku ini emang super absurd :D kebanyakan buku2 Dahl emang kayak gitu ya...hmmm apa ya yang ada norwegianya? Perpustakaan Bibbi Bokken itu kayaknya Norway deh. Trus Hunger (Knut Hamsun) kayanya juga, tapi depresi bukunya hihi

    ReplyDelete