Tuesday, January 28, 2014

TOKYO : Falling


TOKYO : Falling

By. Sefryana Khairil
Paperback, 338 pages
Published by. Gagas Media




Anyone who falls in love is searching
for the missing pieces of themeselves

(Haruki Murakami)


Thalia dan Tora. Ini bukan cerita mix telenovela dan dorama, atau tentang artis lawak Indonesia yang juga bernama sama. Ini cerita tentang pertemuan dan perjalanan mereka selama 10 hari di negeri sakura.

Thalia dan Tora masing-masing pergi ke Jepang dengan tujuan yang hampir sama walau target berbeda. Kedua-duanya sedang melakukan tugas liputan di Jepang sekalian menyelesaikan urusan mereka dengan mantan pacar masing-masing.


Tora dari majalah LiveLife datang ke Jepang untuk meliput tentang segala hal di sana. Dari tempat-tempat yang menarik, festival-festival yang sedang berlangsung, sampai tempat makanan yang wajib dikunjungi jika ke sana. Selain itu, Tora bermaksud hendak menyelesaikan urusannya dengan Hana Kato. Hana wanita berdarah Indonesia dan Jepang ini adalah kekasih Tora, umm.. mantan kekasih sih lebih tepatnya. Setelah berpacaran bertahun-tahun, Hana memutuskan berpisah secara sepihak kepada Tora. Tora yang merasa tidak dapat putus begitu saja, bermaksud menemuinya untuk meminta penjelasan.

Sedangkan Thalia, pergi ke Jepang untuk meliput tentang International Fashion Show yang sedang berlangsung di Tokyo untuk majalah Belle. Selain itu, dia juga tahu kalau mantan kekasihnya yang bernama Dean juga sedang pergi ke Jepang. Thalia bermaksud mengadakan rekonsiliasi hubungannya dengan Dean. Dean yang sibuk, yang tak pernah punya waktu untuknya dulu, semoga kini telah berubah. Begitulah harapan Thalia.

Dan mereka berdua bertemu secara kebetulan karena lensa telephoto Thalia yang tidak sengaja dijatuhkan oleh Tora. Lensa nya retak, tak ada penggantinya. Hingga terpaksa mereka melakukan liputan berdua, saling bergantian menggunakan lensa telephoto milik Tora.

Dari situ udah mulai ketebak kalik yah gimana jalan cerita novel ini. 

Ini adalah novel STPC keempat yang aku baca stelah melbourne, bangkok, dan london. Untuk kualitas cerita, aku masih lebih menyukai novel Bangkok dibandingkan ini. Tapi, novel Tokyo ini menurutku di atas novel London dan Melbourne. 

Memang temanya cheesy banget deh, tapi cara Sefry menuturkannya enak untuk dibaca. Makanya tak heran kalau aku bisa menyelesaikan buku ini hanya dalam tempo satu hari saja.


Walau banyak menceritakan tentang tempat-tempat di tokyo, mungkin karena penceritaannya hanya sekilas saja yang menjadikan buku ini gak terlalu terasa feel Tokyo-nya. kurang banyak deskripsi penggambaran tempat-tempatnya.


Tapi aku suka kok buku ini.. empat bintang untuk Tokyo

2 comments:

  1. wih, kita sama-sama suka Bangkok, mbak :)
    kalo versiku, urutannya; Bangkol, Melbourne, London dan Tokyo :p

    ReplyDelete
  2. Kalo versiku urutannya: Melbourne, Bangkok, Tokyo, Last Minute in Manhattan. :D
    *nimbrung hore*
    Btw aku suka keju lho, Lun. #apabanget

    ReplyDelete