Sunday, December 28, 2014

Secret Santa 2014 : RIDDLE


Waktunya posting riddle (baca : pamer kado) :D

Gift dari Santo ini aku terima tanggal 19 Desember 2014 jam 16.00, passss banget satu jam sebelum waktunya aku pulang kerja. Saat jam 14.00 sebenernya aku sudah hopeless bakal dapat gift dari Santo ini, dan aku sudah mention empat orang divisi event tuh buat izin kalau ga bakal bisa ikutan posting riddle tanggal 29 Desember nanti, soalnya tanggal 19 Desember itu, aku terakhir kali masuk kerja sebelum cuti hingga tanggal 2 Januari.

Santaku memang ngirim kadonya menjelang akhir. Kalau kata divisi event sih karena beliau (ceilaah.. Beliau :D) sibuk dan sedang ada di luar negri. Terus ada juga divisi event yang bilang kalau santaku sengaja mau bikin aku gregetan.. Hih! Makanya.. Ya sudahlah aku pasrah, mencoba kalem biar santaku ga ngerasa menang karena aku sudah gregetan hahahaha..
Tapi ternyata.. Pucuk dicinta ulam pun tiba.

KOOONG : Kisah Tentang Seekor Perkutut


KOOONG

by. Iwan Simatupang
Paperback, 100 pages
Published by Pustaka Jaya


Pak Sastro tengah diliputi duka, sudah ditinggal mati oleh istrinya yang disapu banjir, kini Pak Sastro harus pula kehilangan Amat, anak satu-satunya yang tertabrak kereta langsir. 

Untuk mengobati kesedihan hatinya, Pak Sastro membeli seekor perkutut. Celakanya, yang dia beli hanya perkutut gule (perkutut yang tak bisa berbubyi kooong). Walau begitu, Pak Sastro terlanjur cinta.

Perkutut tersebut menjadi pelampiasan kesedihan sekaligus penghiburan hatinya. Pak Sastro menjadi lebih semangat bekerja sehingga harta yang dimiliki pun kian bertambah. Penduduk desa menjadi turut berbahagia karenanya.

Namun, suatu hari burung perkutut itu kabur dari sarangnya yang lupa dikunci. Lesulah Pak Sastro, lesu pula seluruh desa atas nama kesetiakawan. Bingunglah Pak Lurah karena penduduk desanya menjadi tidak semangat bekerja. Maka beliaupun mendatangi Pak Sastro untuk menyarankan agar Pak Sastro pergi pelesir sehingga bisa mengobati hatinya yang kembali luka. Pak Sastro pun menuruti saran Pak Lurah, seluruh hartanya baik itu rumah, sawah-sawahnya dan tempat penggilingan padi dititipkannya pada Pak Lurah agar dapat dikelola untuk kemaslahatan desa selama Pak Sastro pergi.

Namun rupanya kepergian perkutut gule tersebut mendatangkan banyak perubahan yang tak cuma terjadi pada Pak Sastro, namun juga seluruh desa. 

Thursday, December 25, 2014

Homeless Bird

Homeless Bird
By. Gloria Whelan
Paperback, 183 pages
Published by. Atria


Mari kita coba mengingat-ingat apa yang sedang kita lakukan saat berumur 13 tahun? Umm.. Saat umur 13 tahun, sepertinya aku sedang sangat menikmati masa remajaku. Berangkat sekolah dengan riang, mengidolakan boyband westlife, sampai mulai naksir lawan jenis. 

Namun tidak dengan Koly. Koly adalah seorang anak perempuan India berusia 13 tahun, dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan kedua saudara laki-lakinya. Kholy tidak bersekolah. Dalam lingkungan mereka, wanita tidak perlu bersekolah. Wanita harus belajar hal-hal yang berguna seperti memasak, menyulam dan membereskan rumah agar bisa mengurus rumah tangganya kelak. Dan satu lagi, para wanita juga dinikahkan oleh orang tuanya dalam kisaran umur seperti Koly. Dan begitupula yang terjadi pada hidup Koly.

Friday, December 19, 2014

The Silkworm


THE SILKWORM
by. Robert Galbraith
Paperback, 532 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama


Welcome back Cormoran Strike!

Setelah terkuaknya misteri kematian model terkenal Lula Landry, nama Cormoran Strike sebagai seorang detektif partikelir mulai dikenal oleh masyarakat luas. Kasuspun mulai mengalir satu persatu, yah walaupun yang paling banyak teteeeup kasus penyelidikan perselingkuhan.

Hingga suatu hari datanglah seorang wanita yg sudah agak berumur, yang meminta bantuan Cormoran untuk membantu mencari suaminya yang sudah menghilang selama sepuluh hari.

Sang suami, Owen Quine adalah seorang penulis novel yang beraliran aneh. Sexlit mungkin ya istilahnya? Yang pasti bukunya penuh adegan-adegan sexual yang.. menjijikkan. Sedangkan Leonora Quine, sang istri adalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya harus merawat putri mereka satu-satunya yang berkebutuhan khusus.. Orlando Quine.

Pencarian Cormoran dalam usahanya menemukan Owen membuatnya bersentuhan dengan karya terakhir dari Owen sebelum Ia menghilang, yaitu Bombyx Mori alias ulat sutra. Sebuah novel yang berisi paradoks dan sindiran-sindiran kepada orang terdekatnya, tak terkecuali kepada istrinya sendiri. Hingga akhirnya Cormoran menemukan mayat Owen di Talgarth Road dengan pose yang sama seperti ending novel yang dia tulis.  Owen terikat duduk di tengah suatu ruangan luas, dengan dikelilingi piring-piring yang seakan-akan berbicara kalau Owen lah menu santap malam mereka. Bedanya, mayat Owen tak lagi utuh. Isi perutnya menghilang, dan mayatnya disiram oleh asam klorida. Bahkan tak hanya mayatnya saja, seluruh ruangan di dalam rumah tempat mayat Owen ditemukan juga ikut disiram dengan asam klorida. Untuk menghilangkan jejak uh?

Dan penyelidikan pun.. dimulai.. Orang-orang yang memiliki akses awal kepada Bombyx Mori kini menjadi tersangka.

Friday, November 28, 2014

86 : Ada Uang Beres Perkara

Arimbi, seorang juru ketik di Pengadilan kini tak lagi tampil lusuh dan lugu. Gayanya berubah semenjak kedatangan sebuah AC di kostannya yang sempit itu. Tanda terima kasih katanya dari seseorang yg perkaranya menang di Pengadilan yang diikuti Arimbi.

Berawal dari kejadian itulah Arimbi tahu kalau di pengadilan tempatnya bekerja ini sudah biasa dengan tanda "ucapan terima kasih". Tak ada satu perkara pun yg selesai diketik tanpa disisipi selembar dua lembar uang ucapan terima kasih.

“Memang terima-terima seperti itu tidak apa-apa ya?” tanya Arimbi pada teman dekatnya di kantor, Anisa.

“Ya tidak apa-apa, wong bosnya juga terima. Semua orang kalau kamu tanya juga pasti terima… Semua orang di sini juga seperti itu. Jadi tahu sama tahu. Yang bego yang nggak pernah dapat. Sudah nggak dapat apa-apa, semua orang mengira dia dapat.”

Ucapan Anisa tersebut dijadikan legitimasi bagi Arimbi untuk berbuat sama.
Arimbi yang diterima sebagai PNS di pengadilan ini melalui tes yang dilaksanakan secara fair, awalnya tak pernah mengira ada praktik-praktik semacam itu di pengadilan tersebut. Sang pacar, Ananta sampai heran ketika Arimbi tak ikut bermain untuk mendapatkan uang melalui model serupa itu.

Tapi itu dulu.. dulu saat Arimbi masih lugu. Sekarang lihatlah penampilannya, baju dan tasnya berganti setiap bulan.. Dia pun tak pernah khawatir akan kehabisan uang karena ada uang di luar gajinya.

Wednesday, November 19, 2014

Wishlist Books for Secret Santa 2014



Hellow Santaku, ini adalah buku-buku yang kuinginkan dalam secret santa kali ini.

yang pertama adalah..


Harga buku ini aslinya Rp. 112000, cuman karena dalam secret santa kali ini yg digunakan adalah harga setelah diskon, Santa bisa beli di Gramedia Online ini seharga Rp. 95000 saja. Heheheh

Yang kedua..


Buku ini bisa santa beli di bukabuku

Yang ketiga..


Buku ini bisa Santa beli di bukabuku

Dan yang keempat adalah..


Buku terakhir ini juga bisa santa beli di bukabuku

Dua buku terjemahan dan dua buku Indonesia saya pilih dalam wishlist secret santa kali ini, tak ada prioritas.. saya ingin membaca keempatnya, jadi saya akan bahagia apapun pilihan Santa. Saran saya, pilihlah yang memudahkan untuk Santa memperolehnya baik dari segi stock maupun budget :D

Online bookstore tempat membelinya pun terserah santa saja, saya memberikan opsi di atas karena terbiasa belanja di dua situs tersebut. Hehehe

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk Santaku yg baik hati. :)

Wednesday, November 5, 2014

[Giveaway] Letters from November



Dear kawan.. 

Apa kabar? Gak terasa ya.. setahun sudah berlalu semenjak perjumpaan kita di giveaway terakhir. Alhamdulillah, tahun inipun para Novemberian diberi kesempatan buat ngadain giveaway lagi.   

Kali ini, kami akan menyelenggarakan giveaway bertajuk letters from november.

Nah kawan, sebelumnya perhatikan dahulu hal-hal yang harus kalian lakukan dalam giveaway kali ini.. 



  1. Menebak 16 judul buku dengan tepat. 
  2. Merangkai 16 judul buku dalam sebuah surat untuk November. 
  3. Mengisi form di bawah ini dengan lengkap (terutama yang mandatory, yang optional tidak apa kalau tidak diisi) 
  4. Giveaway berlangsung dari 5-20 November 2014. Jadi pastikan jangan terlambat mengisi form beserta jawabannya ya.. dan kalian cukup mengisi google docs ini satu kali saja di blog manapun diantara 16 novemberian yg menyelenggarakan giveaway ini. 
  5. Be creative ya ngebuat suratnya, karena jawaban kamu akan di-voting oleh para Novemberian. 
  6. The missing pieces riddle dapat ditemukan di blog-blog Novemberian berikut ini:



Tuesday, November 4, 2014

Salah Asuhan


Salah Asuhan

by. Abdoel Moeis
242 pages, paperback
Published by Balai Pustaka, 1992


Cerita dimulai di lapangan tenis. Sepasang pemuda dan pemudi sedang asik bercengkrama. Yang pria adalah Hanafi, seorang pemuda asal Solok, dan yang wanita adalah Corrie du Busse, gadis cantik blesteran Indonesia dan Perancis. Ayah Corrie adalah seorang arsitek yang tertarik dengan Indonesia dan akhirnya hatinya juga terpaut dengan gadis asal Indonesia, hingga lahirlah Corrie. 

Buku ini terbit pertama kali pada tahun 1928, tahun dimana Belanda masih menjejakkan kaki di Indonesia.. dan pun demikian dengan setting waktu di buku ini.

Hanafi, seorang pribumi yang tumbuh besar di lingkungan Belanda. Ibunya menyekolahkan dia di Betawi, jauh dari Solok.. dan menitipkannya pada salah satu keluarga Belanda. Harapan besar ibu dan keluarga adatnya agar Hanafi menjadi pemuda yang pintar lagi berbudi sehingga bisa mengangkat derajat kampung adatnya.

Namun lama tinggal bersama keluarga Belanda membuat Hanafi menjadi malu akan asal usulnya. Inlander itu hina. Dia bisa berbahasa Belanda, dan selalu bergaul dengan orang-orang eropa lainnya.. tak pantaslah kalau ada orang yang masih menggolongkan dia masuk ke dalam "kasta pribumi".

Akibat pikirannya inilah, Hanafi berani berangan-angan untuk menyunting Corrie du Busse..

Perjalanan cinta Hanafi dan Corrie tak mulus, walau akhirnya Hanafi meninggalkan istri dan anaknya demi menikah dengan Corrie, rumah tangga mereka pun tidak berlangsung bahagia selamanya. Perbedaan status membuat hubungan mereka tegang.

Bagaimana akhir kisah Hanafi dan Corrie? Silahkan membacanya sendiri.

***

Sunday, October 19, 2014

Days of Blood and Starlight


Days of Blood and Starlight
by. Laini Taylor
Paperback, 608 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, 2014


Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya sekuel dari Daughter of Smoke and Bone edisi terjemahan ini rilis juga. Review Daughter of Smoke and Bone sendiri bisa dilihat di sini. Buku yang sangat menyulitkan #fiuh. Akibat gap setahun antara terbitnya buku pertama dan kedua, membuat aku harus membaca ulang buku pertama sebelum membaca buku ini. Errr.. sebenarnya buku kedua sudah aku baca duluan sih dengan keadaan bingung dan dipaksakan akibat lupa detail-detail pada buku pertama. Seperti Danyang.. aku lupa istilah dahyang itu merujuk pada apa, mencari via google pun tidak membantu, karena danyang menurut google adalah hantu pohon. Dan itu sangat tidak cocok untuk buku ini.  Jadi "rute" membaca buku inipun menjadi :

Memaksa baca buku kedua -> bingung -> akhirnya nyerah, baca balik buku pertama sampai selesai -> balik lagi baca buku kedua

Nyusahin kan? 

Okay.. cukup curhatnya. Balik ke buku ini. Karou akhirnya mengetahui siapa diri dia yang sebenarnya. Rahasia masa lalu Karou yang ternyata adalah Madrigal, seorang chimaera dari bangsa Kirin disimpan oleh Brimstone di dalam tulang garpunya. Dan memory tersebut kembali setelah Dia dan Akiva mematahkannya. Namun sayangnya, semua portal yang menghubungkan dunia manusia menuju keluarga chimaeranya telah dibakar oleh para kawanan seraphim, termasuk oleh Akiva dan teman-temannya. Sementara Akiva yang tahu kalau ternyata Brimstone membangkitkan kembali Madrigal ke dalam sosok Karou harus memendam rasa penyesalannya yang teramat sangat. Yah.. secara tidak langsung, dia telah membunuh Brimstone dan Chimaera yang lain yang telah menyelamatkan Madrigal. Goresan tatto di jari-jarinya yang bertambah sangat banyak sejak pertemuan terakhirnya dengan Madrigal kini menghantuinya..

Setelah mendapat info dari Razgut tentang portal terakhir yang masih tersisa, Karou langsung menuju ke portal tersebut untuk menuju dunianya, dunia chimaera.

Bagaimanakah keadaan Loramendi setelah serangan yang dilakukan bangsa seraphim? Bagaimanakah nasib Karou selanjutnya? Apakah cinta Akiva dan Karou akan bersatu?

Yah well, silahkan baca sendiri.. soalnya susah untuk aku cerita di sini tanpa ngasih spoiler. Yang pasti.. tokoh favoritku di cerita ini dimatiin sama Laini Taylor :'(

Friday, October 17, 2014

Daughter of Smoke and Bone

Daughter of Smoke and Bone
by. Laini Taylor
Paperback, 488 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama



Ini buku secret santa pertamaku, kuperoleh dari Essy.. seorang gadis manis asal Manado yang menetap di Jakarta. Buku ini sudah kubaca dan kureview sebelumnya di blog lamaku, dan akan kureview kembali. Bukan karena aku mengejar target review yang belum ada setengahnya kucapai, tapi buku ini memang kubaca ulang karena ternyata otakku blank saat membaca sekuel buku ini, jadinya terpaksa baca ulang deh --"

Buku ini berkisah tentang Karou, seorang gadis cantik bertubuh bak balerina yang berambut biru dan memiliki tato bergambar mata di kedua telapak tangannya. Karou adalah siswi dari The Art Lyceum of Bohemia di Praha. Dia pandai membuat sketsa. Buku sketsanya sudah memiliki fans tersendiri di kelasnya.

Kehidupan Karou di luar sekolah ternyata tidak biasa. Selain flat yang dia tempati sekarang, Karou juga memiliki rumah lain yang tidak hanya ditempati olehnya namun oleh lima orang chimaera yang juga mengasuh Karou dari kecil. Ada Issa sang perempuan cantik bertubuh ular, twiga, yasri, kishmish dan Brimstone. Mereka berlima tinggal di suatu dimensi yang berbeda dengan dunia manusia. Hanya Karou dan manusia-manusia yang hendak bertransaksi dengan mereka saja yang dapat menemukan portal menuju rumah tersebut. Transaksi apakah?

Brimstone adalah seorang wishmonger alias pengabul permintaan. Dia berwajah domba dengan tanduk besar melingkar di kedua samping kepalanya dan bertubuh manusia, kepadanyalah para manusia bertransaksi untuk mendapatkan sedikit sihir agar dapat mengabulkan permintaan mereka. Transaksinya menggunakan gigi. Brimstone menerima gigi apa saja, bisa taring ular, gading gajah, bahkan gigi manusia. Dan semakin berharga gigi yang ditukarkan semakin kuat mereka mendapatkan sihir untuk mengabulkan permintaan mereka. Urutannya adalah scuppy, shing, lucknow, gavriel dan bruxis. Sebagai gambaran, scuppy hanya bisa mengabulkan permohonan seperti menumbuhkan jerawat di wajah orang lain, sedangkan dengan gavriel kita bisa memohon agar dapat terbang. 

Wednesday, October 15, 2014

Priceless Moment


Priceless Moment

by. Prisca Primasari
Paperback, 298 pages
Published by Gagas Media, 2014


Mungkin benar apa yang dikatakan orang kalau kita baru tahu betapa beharganya seseorang/sesuatu itu jika sudah kehilangan. Inilah yang coba diceritakan dalam novel karya Prisca Primasari ini.

Yanuar ditinggal pergi oleh pasangan hidupnya. Sebuah kecelakaanlah yg merengut jiwa Esther, istrinya. Kini Yanuar yang biasanya sibuk tak kepalang dengan urusan kantornya ketika Esther masih hidup, harus juga melaksanakan tugasnya sebagai orang tua tunggal untuk kedua anaknya Hafsha dan Feru.

Dan hal inilah yang menjadi inti konflik dari buku ini, bagaimana proses Yanuar dari yg tadinya cuek dengan keadaan anaknya menjadi seorang ayah yang bahkan merasa sangat sedih ketika harus berpisah dengan putra putrinya.

Tak hanya berkisah tentang itupula, buku ini juga mengisahkan tentang hubungan cinta Yanuar sepeninggal istrinya, juga tentang hubungan hangat antara paman dan keponakan-keponakannya.

Wishful Wednesday #12

Hai.. selamat hari rabu yang.. umm.. panas.

Sudah lama sekali ga buat postingan wishful wednesday. Bukan karena ga punya buku yg diinginkan sih tapi lebih ke lagi ga ada waktu untuk nulis, dan giliran ada waktu ternyata buku-buku yg diinginkan sudah terbeli.

Di wishful wednesday kali ini, aku lagi pengen beli lagi buku-bukuku yang hilang entah kemana.

Beberapa minggu yang lalu, setelah hampir satu tahun aku pindah ke rumah yg sekarang ini, aku akhirnya membongkar kontainer-kontainer yang berisi buku-bukuku. Dari situ aku baru sadar kalau beberapa buku yang kuingat hilang. Dan itu yang kuingat ya, aku gak tahu ada buku lain di luar ingatanku atau ga. Pengen nangis rasanya deh :( soalnya ini kan gara-gara kecerobohanku.

Yah well.. aku ga rapi masalah administrasi, jadi aku gak pernah mencatat siapa saja yang meminjam buku-bukuku. Akibatnya ya kayak gini deh, pada akhirnya cuma bisa buat pengumuman di fb dan twitter mencari siapa yang meminjam buku-bukuku.. dan baru balik 2 buku. #sigh

Dan inilah daftar buku-bukuku yang tak tahu rimbanya dimana dan ingin ku beli lagi.

  1. Deception Point - Dan Brown :'(
  2. Angel and Demons - Dan Brown :'(
  3. The Chronicle of Audy 4R - Orizuka
  4. Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan -Tasaro GK
  5. Muhammad : Para Pengeja Hujan - Tasaro GK
  6. Good Fight - Christian Simamora
Yah, inilah enam buku yang aku ingat. Sudah kucari hingga ke kantor dan rumah mamaku, tetap gak ketemu. Semoga aku bisa mendapatkan lagi keenam buku tersebut terutama yg nomer satu dan dua karena sudah susah nyari yang barunya :( :( :(.

Dan buat kalian yang mau ikutan wishful wednesday ini, silahkan langsung meluncur ke Perpus Kecil untuk tahu lebih jelasnya. Dan selamat beraktivitas. 


Monday, July 14, 2014

E-Book Store : Membaca Buku via SCOOP


Perkenalan aku pertama kali dengan SCOOP dimulai dari email ajakan kerjasama dari pihak SCOOP untuk mencoba membaca e-book melalui aplikasinya yang bisa diunduh di google playstore, app store di iphone atau ipad, window store atau langsung ke situsnya di www.getscoop.com. Tapi jangan cepat-cepat menuduh aku buzzernya SCOOP, karena kerja sama dengan SCOOP ini hanya untuk satu buku saja, dan aku membeli empat buku yang lainnya di SCOOP dengan uangku sendiri.

Selain menjual buku-buku fiksi dan non fiksi, SCOOP juga menyediakan majalah dan koran yang bisa kita beli, unduh dan baca langsung di aplikasinya.
Sejujurnya, ini pertama kalinya aku membaca ebook yang aku dapatkan secara legal, dan rasanya.. NAGIH!

Dan ini adalah tampilan aplikasi SCOOP di androidku


Matematika itu...


Teka-Teki Terakhir

by. Annisa Ihsani
Published by Gramedia Pustaka Utama


Sebelum saya bercerita banyak tentang buku ini, saya mungkin harus memberitahukan ini adalah e-book Bahasa Indonesia yang saya dapat secara resmi untuk pertama kalinya. Gambar cover di atas pun saya screenshoot dari halaman e-booknya langsung. E-book ini saya dapatkan di SCOOP yang aplikasinya sendiri bisa diunduh di google play store, window store, apple app store atau langsung ke http://www.getSCOOP.com/ dan cerita tentang pengalaman membaca via gadget bisa dibaca di sini

And now about the book..

Buku ini bercerita tentang matematika, Keluarga Maxwell dan Laura Welman. 

Jack dan Laura Welman adalah sepasang saudara yang rumahnya bertetangga dengan rumah keluarga Maxwell. Siapakah keluarga Maxwell? Tidak ada yang tahu. Mr. dan Mrs. Maxwell jarang bersosialisasi dengan para tetangga, sehingga hal itu membuat timbulnya banyak gosip tentang mereka. 
Ada yang mengira mereka orang jahat, bahkan sampai mengira kalau mereka adalah sepasang penyihir. Wah pokoknya banyak sekali isu-isu liar. Dan banyaknya gosip tentang keluarga ini membuat Jack dan Laura lebih sering memilih jalan memutar daripada melewati Jalan Eddington no. 112 tempat Mr. Dan Mrs. Maxwell bermukim jika hendak berangkat sekolah. 

Melihat cerita tentang dua saudara dan rumah yang seram ini sedikit banyak mengingatkanku pada petualangan Jem dan Scout di buku To Kill a Mockingbird. Apakah penulis terinspirasi dari sana? Well..

Lalu apa hubungannya buku ini dengan matematika? Semuanya!

Interaksi pertama Laura Welman dengan keluarga Maxwell dimulai dari hasil quiz matematikanya yang jelek. Dia mendapatkan angka nol dan membuang kertas quiznya di tempat sampah Keluarga Maxwell. Yah berhubung si Laura ini terburu-buru dan kesal, dia membuangnya di sampah anorganik bukan organik. Dari situlah akhirnya Mr. Maxwell  melihat kertas quiz tersebut dan memberikan sebuah buku kecil tentang perjalanan angka "nol" kepada Laura keesokan harinya. 

Laura bingung dengan perhatian mendadak yang diberikan oleh Mr. Maxwell. Untuk apakah dia memberikan buku tentang "nol" ini kepada dirinya? Menghiburnya atau apa? Namun di tengah hal-hal yang gak jelas seperti itu, buku tentang "nol" tersebut pun selesai juga dia baca. Dan dari buku tersebutlah awal mula hubungan Laura dengan keluarga Maxwell.

Dalam kunjungannya untuk mengembalikan buku tersebut kepada Mr. Maxwell, Laura akhirnya memberanikan diri untuk mengunjungi rumah seram tersebut. Dan betapa terkejutnya dia, bahwa rumah tersebut tidak seseram yang dia bayangkan. Mrs. Maxwell menyambutnya di dapurnya yang hangat, dan bahkan mengenalkannya kepada kucing mereka yang bernama.. Eratosthenes. 

Wow.. sepasang suami istri tua yang memberikan nama kucing mereka dengan nama seorang ahli matematika yang pertama kali menghitung keliling bumi dan metode sederhana untuk menentukan bilangan prima :D. Tentunya mereka bukan orang biasa. 

Yup.. Mr. Dan Mrs. Maxwell adalah sepasang professor matematika. Selama hidupnya Mr. Maxwell sedang berusaha untuk membuktikan kebenaran Teorema Fermat. Itulah yang menyebabkan Laura jarang bertemu dangan beliau ketika mengunjungi rumahnya.

Apa yang tercetus dalam pikiran Laura tentang sebuah teorema, kengototan untuk membuktikannya dan guna dari itu semua pernah terlintas juga di benakku. Aku pernah menggerutu ketika guru matematikaku di smu pernah menyuruh kami menurunkan sebuah rumus atau mencari persamaan awal dari sebuah rumus yang sudah diturunkan. Ah buat apa itu semua? Nyusah-nyusahin aja.. begitu pikirku saat itu. Dan buku ini.. buku ini akhirnya menjawab pikiran-pikiranku saat itu. 

"Matematika murni tidak ada hubungannya dengan dunia nyata nona muda! Matematika murni adalah tentang kebenaran dan keindahan. Siapa peduli dengan kegunaan....." 
Keren ya jawaban Mr. Maxwell di atas? :D

Dan cerita dalam buku ini pun berlanjut dengan menceritakan usaha-usaha dari Mr. Maxwell dalam menyelesaikan Teorema terakhir Fermat.

Kalau ada yang mengira buku ini akan penuh dengan berbagai macam teori-teori tentang matematika, pendapat itu tak sepenuhnya salah. Namun karena buku ini berlabel teenlit, penjabarannya pun dibuat dengan sangat mudah. Aku sangat salut dengan penulisnya, dia bisa membuat buku tentang matematika menjadi sedemikian menarik. Memang tidak bisa dikategorikan sebagai buku detektif ataupun petualangan walau judulnya memakai kata teka-teki, namun banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Buku inipun buku Indonesia dengan rasa terjemahan. Aku seperti sedang berada di salah satu kota di Eropa ketika membayangkan setting tempatnya. 

Buku ini dianjurkan untuk orang-orang yang menyukai matematika dan sangat dianjurkan untuk orang-orang yg membencinya. Percayalah, kalian akan menemukan keindahan matematika dalam buku ini. :)

Four stars out!


Note : 

Teorema Terakhir Fermat itu beneran ada. Yang berhasil menemukannya adalah seorang ahli matematika yang berasal dari Inggris yang bernama Andrew Wiles.


Dan foto di atas adalah foto dari sang matematikawan tersebut. Di balik wajahnya yang sumringah, ada wajah orang-orang yang menangis karena usaha mereka selama bertahun-tahun untuk membuktikan teorema ini didahului olehnya :(

Wednesday, May 28, 2014

Wishful Wednesday #11


Kalau mbak Astrid selaku host meme ini sedang merayakan wishful wednesday nya yang ke 111, akupun tak mau kalah. Ini adalah wishful wednesday ku yang ke 11. Beda dikit kan sama mbak Astrid? Cuma beda angka 1 doank :D.

Sebenernya akhir-akhir ini aku lagi banyak ngidam buku. Dimulai dari trilogi Divergent, Kedai 1002 Mimpi, 1984, sampai The Name of The Rose. Dan alhamdulillah, buku-buku tersebut sudah dalam tahap pemesanan.. tinggal nunggu dikirim saja.

Tapi ada dua buku lagi yang luput dari pemesanan. Ini sangkin banyaknya yang dipengen jadinya malah lupa. Dan dua-duanya buku dari Om YB. Mangunwijaya.. Burung-burung Manyar dan Wastu Citra.



Kedua buku tersebut dicetak ulang dengan cover yang baru. Salah satu motivasi menginginkan buku-bukunya Om YB Mangunwijaya adalah mengenang kembali masa-masa awal aku mulai mengenal sastra Indonesia. Saat itu aku duduk di SMU, Bu Yenny guru Bahasa dan Sastra Indonesia ku mewajibkan setiap muridnya untuk membaca buku-buku sastra.. dan salah satunya adalah buku Burung-burung Manyar ini. Bersama Di Bawah Lindungan Ka'bah nya Hamka, dan Sekayu nya NH Dini buku ini sungguh menawanku.

Sedangkan alasan mengapa aku menginginkan buku Wastu Citra adalah karena rasa penasaranku yang ingin sekali membaca tulisan Om YBM yang berhubungan dengan bentuk bangunan dan sastra. Seperti yang kita semua sudah tahu, om YBM ini adalah seorang arsitek dan juga penulis, dan bagaimanakah dia mengkolaborasikan keduanya tentunya membuat penasaran.

Nah itulah dua buku yang sangat kuidamkan minggu ini, semoga weekend ini, kakiku akan dengan ringan melangkah ke toko buku untuk memnoyong keduanya pulang, yah walaupun buku Wastu Citra itu mahal banget :(

Dan buat kalian yang mau ikutan meme ini, silahkan langsung liat cara-caranya di Perpus Kecil.

Selamat hari Rabu dan selamat bermimpi ^^

PASUNG JIWA : Apa itu kebebasan?


Pasung Jiwa

By. Okky Madasari
Published by Gramedia Pustaka Utama


Namaku Sasa, umm.. dulu Sasana. Pernah jadi mahasiswa selama satu tahun. Dulunya anak dari seorang dokter bedah dan pengacara ternama, tapi entah sekarang, mungkin aku sudah tidak dianggap anak lagi. Pekerjaan.. penyanyi dangdut keliling (baca : ngamen). Kalau Inul punya goyangan ngebor, akupun punya goyangan sendiri, namanya goyang gandrung.

Awal mula aku menyukai musik dangdut itu saat aku menonton pertunjukan dangdut di desa dekat kompleks tempat tinggalku. Saat itu aku baru akan menginjak SMP. Musik dangdut sangat membiusku, ditambah goyangan biduanitanya yang secara tak sadar menyeretku untuk ikut bergoyang. Sebelumnya, aku tak pernah tahu ada musik sedahsyat itu. Hari-hariku dahulu hanya dipenuhi oleh denting suara piano. Aku sudah menjadi seorang pianis di usiaku yang terbilang muda. Bethoven, Chopin dkk semua kulahap dengan mudahnya. Tapi aku tak pernah menikmatinya. Ayah ibuku bisa marah besar kalau tahu aku lebih menyukai dangdut dibandingkan musik klasik. Buat mereka dangdut itu kampungan.

Awal perjalananku menjadi penyanyi dangdut dan menggunakan nama panggung "Sasa" dimulai ketika aku kuliah. Hanya bertahan selama satu tahun, aku yang kuliah jauh dari ayah ibu akhirnya menyerah dan mulai mengikuti panggilan jiwaku. Di saat itu aku bertemu Cak Jek, dari dialah nama Sasa ini bermula.. dan karena dialah hidupku mulai menemukan jalannya. Hingga suatu waktu takdir menyeretku hingga ke dalam penjara dan rumah sakit jiwa.

***

Friday, May 2, 2014

Matilda


Matilda

by. Roald Dahl
Paperback, 264 pages
Published by. Gramedia Pustaka Utama


Awal perkenalanku dengan Matilda bisa dibilang terjadi secara tidak sengaja. Saat itu aku sedang menelusuri discussion thread di Goodreads Indonesia tentang buku-buku feminisme. Ceritanya.. saat itu aku sedang ingin menambah pengetahuanku tentang novel-novel yang bercerita tentang feminisme, karena saat itu aku terpikir untuk menulis mengenai buku-buku kiri dalam suatu event Guest Post yang digagas oleh Blogger Buku Indonesia. Saat itu, aku melihat ada salah satu member dari GRI yang merekomendasikan buku ini sebagai salah satu buku tentang feminisme. Serius Matilda? Yang buku anak-anak karangan Opa Roald Dahl itu? Iyup! 

Pada akhirnya aku memang tidak jadi menulis tentang buku-buku kiri, namun info kalau buku "Matilda" ini berisi tentang feminisme mengulik rasa penasaranku. Pucuk dicinta ulam pun tiba saat Lina bilang ada diskonan dan buku ini hanya dihargai Rp 15000 saja (maaf ya Opa Dahl, klo gak diakonan susah nyari buku ini soalnya..)

Matilda Wormwood adalah anak bungsu di keluarganya. Ayahnya, Mr. Wormwood adalah seorang penjual mobil bekas. Sedangkan ibunya gemar bermain lotre. Dari penampakan luar, Matilda sebenarnya biasa-biasa saja. Penampilan fisiknya layaknya anak umur empat tahun.. tak ada istimewa. Itu kalau kita belum mengenal Matilda yang sesungguhnya. Ternyata, Matilda memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Di umur satu tahun, dia sudah pandai bicara tanpa cadel, di umurnya yang tiga tahun.. dia sudah pandai membaca.. bahkaaann.. di umurnya yang empat tahun tiga bulan, dia sudah melahap karya-karya penulis besar, sebut saja Dickens. 

Monday, April 14, 2014

Guest Post : Review Cerpen "Sepasang Sosok yang Menunggu"

Sepasang Sosok yang Menunggu by Norman Erikson Pasaribu

Published by Kompas, 9 September 2012
Illustration by Deden Hendan Durahman

KITA akan selalu seperti ini. Duduk bersandingan sambil berpegangan tangan. Kamu akan selalu menengok dan menatapku ketika tak ada orang. Sementara itu, bunyi ketukan tongkat kayu Jack akan selalu memenuhi tempat ini. Mengalir dari lantai, merambat melalui udara, masuk ke dalam tempat terdalam dari hidup kita.

Jacklah yang membawa kita pada kehidupan seperti ini. Dulu kita tinggal di sebuah tempat yang lembap dan penuh asap, di mana botol minuman berjejer pada lemari. Kamu memiliki banyak teman sementara aku sendirian. Teman-temanmu menghilang bersama pengunjung yang pulang, satu demi satu. Hingga hanya kita berdua tersisa. Seluruh waktu kita hanya dipenuhi kamu yang mengeluh tak bisa melepaskan sepatumu.

“Coba gerakkan jari-jari kakimu kalau begitu,” kataku.

“Tidak bisa.”

“Coba saja dulu.”

“Sudah. Dan tidak bisa. Aku bahkan tak bisa merasakan jari-jari kakiku.”

Dari balik tirai tipis asap, setiap malam kita melihat Jack menari dengan topi dan tongkat kayu hitam. Semua orang tertawa melihat gerakan Jack, termasuk kita. Kadang dia bahkan mengeluarkan merpati dari topinya. Diam-diam kita jadi pengagum rahasia Jack, merekam dia dalam ingatan.

Pertemuan sungguhan kita dengan Jack terjadi pada suatu malam dengan hujan deras. Jack tak henti-hentinya memanggil-manggil dan menggedor-gedor pintu.

Leona, perempuan yang memiliki tempat ini, keluar dari kamarnya di belakang.

“Kaukah itu, Jack?” kata Leona dari balik pintu, “Kenapa kamu kembali ke sini? Aku tak siap dengan apa pun yang melibatkan cinta.”

“Aku baru saja ingat,” pekik Jack, “aku harus mendapatkan dua boneka itu.”

“Anak gadisku berulang tahun hari ini.”

Kita tak pernah paham isi pembicaraan Jack dan kawan-kawannya. Mereka menggunakan bahasa yang tidak kita kenal. Kita mengetahui nama mereka dari kata yang paling sering digunakan orang lain agar mereka menengokkan kepala.

Kita selalu ingat suasana di balik jas hitam Jack ketika dia membawa kita pada malam itu, menembus hujan, entah ke mana. Gelap dan hangat. Aku bisa merasakan dada Jack berdegup. Coba ingatlah kembali, sebuah tempat yang gelap dan hangat di mana kamu bisa mendengar degup dada seseorang.

Jack membawa kita ke sebuah tempat yang nantinya kita sadari sebagai tempat tinggalnya. Kelak, setelah meninggalkan tempat itu kita akan selalu ingat pada bau tengik kucing pada lorong dan suasana ketika Jack menunggu pintu untuk dibukakan. Tubuhnya makin hangat, degup dadanya makin cepat.

Suara pintu berderit.

“Di mana dia?” kata Jack. Kita tersembunyi dengan aman di balik jasnya.

“Sudah tidur. Pelankan suaramu. Dia ketiduran menunggumu,” balas seorang perempuan. “Dia kejang lagi tadi sore.”

“Kamu serius?”

Malam itu kita menginap di sebuah lemari. Besoknya, Jack memasukkan kita ke dalam sebuah kotak. Kita menunggu dalam gelap gulita, lama sekali. Kita mengisi waktu dengan berspekulasi atas apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Kurasa kita akan dikirim dengan kapal,” bisikku.

“Ke Amerika?”

“Semoga.” Kita berdua selalu ingin ke sana, meniru Leona.

Pintu lemari berderit. Seseorang membawa kita. Kita menunggu. Jack dan perempuan di pintu bernyanyi lagu yang tidak pernah kita dengar. “Selamat ulang tahun, Mary,” bisik si perempuan setelah lagu usai. Kita bisa merasakan Jack meraih kita dan menyerahkan kita kepada seseorang.

Kertas kado dirobek. Tutup kotak dibuka. Wajah seorang gadis dengan cengiran lebar tampil di hadapan kita. Kita berada di sebuah ruangan sempit dengan meja di tengah-tengahnya, dengan sebuah kue bundar di tengah-tengah meja. Semenjak itu, kita resmi dimiliki seseorang.

Gadis kecil itu bernama Mary. Meski masih kanak-kanak, dia bisa mengajari kita melakukan banyak hal, seperti makan malam formal, minum teh atau kopi, berciuman, dan berpegangan tangan. Tetapi Mary tak pernah mengajak kita bicara. Di sela-sela suara sayup klakson mobil, senandung Jane—Ibu Mary—ketika memasak, benda jatuh, kicau burung dalam sangkar, hanya terdapat keheningan. Kehidupan Mary tampak seperti gambar berwarna, namun tanpa suara dalam buku-buku cerita miliknya. Tetapi itu bukan masalah. Bahasalah masalah. Aku ingat kamu pernah mengatakan bahwa kata-kata sering kali gagal saat kamu mencoba mengungkapkan perasaanmu kepadaku. Dengan Mary, kita bisa membagi perasaan tanpa berkata-kata. Aku, kau, dan Mary telah mengalahkan kata-kata.

Di awal kita mengenalnya, Mary pernah mencoba melepaskan sepatumu. Dia gagal melakukannya. Kaki dan sepatumu pastilah direkat dengan lem paling ajaib di dunia.

Jack menghampiri Mary. “Ada apa, Sayang? Ada apa dengan bonekamu?”

Mary menyodorkanmu.

“Kamu ingin melepas sepatunya? Sayang sekali, kita tak bisa melakukannya.”

Kita berdua hanya bisa terus menunggu. Kamu tampak sangat berharap. Jack malah kembali ke dapur. Kita menjadi sangat kesal. Kenapa dia pergi, bahkan tanpa mencoba? Kita kecewa melihat sikapnya. Kamu menangis sepanjang malam. Benda hitam itu terasa tak nyaman di kakimu. Padahal semua orang berhak atas sepatu yang nyaman. Aku sendiri tak bersepatu, namun tak terganggu dengan kenyataan itu. Kamu terus saja murung. Semenjak itu, aku dan Mary sama-sama mengerti bahwa pembicaraan mengenai sepatu adalah tabu.

Suatu malam Mary pergi. Kita melihat sosok berbaju putih dan bersayap menggandeng tangannya. Mereka meluncur ke atas, menembus langit-langit. Apakah orang itu menculik Mary? Entahlah, kita tidak yakin. Kita mulai menghitung. Satu, dua, tiga… Mary sudah tak kembali dalam seminggu. Anehnya, Jack tak pernah mencarinya. Dia justru menangis tak henti-henti. Aku makin kecewa dengan Jack. Setelah sepatu, kini Mary. Berhentilah menghindar. Hadapilah. Inilah hidup. Kita pun meneriaki Jack: Cari dia, seseorang telah menculiknya! Namun dia tak menghiraukan kita. Jack dan Jane hanya menangis, entah mengapa, dan untuk apa. Apa yang terjadi, Jack? Mengapa kamu menangis? Mengapa hanya menangis?

Jack berubah. Kini dia sering pulang larut, dalam keadaan mabuk, dan akhirnya mengamuk. Dia akan menghancurkan barang-barang di meja. Gelas-gelas, piring-piring, botol bir yang dibawanya, adalah korban kemarahan Jack. Sementara Jane mengurung diri di kamarnya. Suatu kali dia melempar gelas, dan mengenai kita. Dia menghampiri kita lalu kembali menangis.

some_text

“Maafkan aku, maafkan aku.”

“Mary, oh Mary, Papa telah melukai boneka kesayanganmu.”

Besok malamnya Jack membawa kita dan Jane ke sebuah restoran. Jalanan dipenuhi salju dan pendar lampu. Kita ingat Mary pernah mengajari kita makan malam dan tata caranya. Kita duduk tegak di antara Jack dan Jane, bersandar pada vas bunga.

“Jane, aku ingin membuat toko boneka.”

Jane berhenti mengunyah dan menatap Jack. “Toko boneka? Untuk apa?”

“Untuk Mary, Jane, untuk Mary….”

Jane hanya tersenyum dengan mata berair. Beberapa minggu kemudian kita pindah, ke kehidupan kita ini.

Di sini kita memiliki banyak teman. Beruang, anjing, juga kelinci gemuk. Jack menjejerkan kita semua di lemari. Tetapi kamu tak menemukan mereka yang sama sepertimu, begitu pun aku. Kamu menunggu dan terus menunggu. Aku telah seumur hidup menunggu. Kamu kesepian dan butuh teman yang sepadan. Setiap malam, ketika yang lain berpesta, kamu menyendiri di depan kaca raksasa, menatap bulan, sementara aku berdiri di depan cermin, menatap diriku sendiri.

Suatu hari seorang gadis dan perempuan yang kita kira adalah ibunya datang ke tempat ini. Dia membawa selebaran yang bergambar seseorang yang sepertimu!

“Maaf, gadis kecil, kami tidak menjual Barbie,” kata Jack, setelah melihat selebaran itu.

“Lalu apa itu,” kata ibu si gadis, menunjuk kepadamu. Aku bisa merasakan kamu terlonjak di tempatmu. Mungkin sudah waktunya kamu mendapatkan Mary lain. Entah mengapa aku mendadak merasa sedih.

“Itu beda, Madam. Namanya Lilli. Bild Lilli. Model lama. Mungkin Anda pernah dengar.”

“Tak masalah. Kami mau Lilli itu.”

“Itu tidak dijual.”

“Kenapa?”

“Itu milik anak saya.”

“Lalu, mengapa ditaruh di lemari, kalau begitu? Berapa umur anak Anda sekarang?”

Kamu sangat bersemangat tetapi ternyata mereka tak membawamu hari itu. Tidak juga besok. Atau lusa. Kamu kembali sedih. Apa tidak ada yang menginginkanku, rintihmu, aku rindu Mary. Aku rindu Mary. Andai saja dia ada di sini.

Aku juga, pikirku. Andai saja dia ada di sini.

Kita berusaha melupakan kejadian itu dan melanjutkan hidup kita. Seiring waktu, Jack mulai sering menggunakan tongkat, kemudian berakhir setiap saat. Tetapi dia tidak lagi menari dan mengeluarkan merpati dari dalam topi. Dia hanya berjalan tertatih-tatih dari satu sisi ke sisi lain tempat ini, memegang sapu debu, membersihkan kita dan semua teman-teman kita. Rambutnya memutih, tubuhnya membungkuk. Jane mengunjunginya setiap rehat siang. Kadang mereka mengajak kita berdua makan bersama di ruangan belakang. Mereka makan sambil tertawa-tawa dan saling berkata, aku mencintaimu, sangat mencintaimu—kebiasaan yang akhirnya menular kepada kita.

Pada sebuah musim dingin, Jane mulai jarang membawakan makan siang dan akhirnya tak pernah terlihat lagi.

Hal itu membuatku sangat sedih. Kita ada di sana, menjadi penggemar rahasia Jack, merekam seluruh kehidupannya, tetapi sesungguhnya tak tahu apa yang sedang terjadi.

“Kurasa Jane sudah kembali bersama dengan Mary,” bisikmu di telingaku, seolah tahu apa yang kupikirkan. Kata-katamu itu membuatku tenang.

Kini kita memiliki kehidupan yang lebih ceria dengan Jack. Dia tak pernah lupa mengunjungi tempat ini yang dia ubah namanya menjadi “Toko Mainan Mary & Jane”. Dia memindahkan kita ke hadapan kaca raksasa, seolah tahu keinginan kita. Kita melihat matahari terbit dan terbenam, orang-orang lalu lalang, juga bintang-bintang. Suara benturan tongkat Jack pada lantai memenuhi hidup kita. Dia bahkan mulai mengajak kita bicara.

“Sebentar lagi aku akan pergi, menyusul Jane dan Mary.”

“Semoga kita bertemu di kehidupan selanjutnya ya.”

Kemudian Jack mencium masing-masing kita, untuk pertama kali. Dia tampak sangat bahagia. Pastilah dia baru saja mengatakan sesuatu yang menyenangkan hatinya.

Kita terharu. Semenjak itu setiap sore, tepat setelah Jack membereskan tempat ini dan pergi, kita mulai menunggunya datang kembali.

Selama ini, Jack tak memahami kita dan kita tak memahami dia. Tetapi di antara aku, kau, dan Jack, selalu ada “Kita”.

“Aku kasihan pada toko ini,” kata seorang lelaki sayup-sayup, suaranya masuk melalui sela-sela pintu. Malam ini, hanya terlihat tiga bintang.

“Kenapa?”

“Pemiliknya baru meninggal, pagi tadi.”

“Hah? Kamu serius?”

“Ya. Dalam tidur. Ditemukan tukang susu yang curiga.”

“Wah, kasihan….”

“Iya, kasihan….”

“Hei, coba lihat dua boneka di etalase.”

“Boneka Barbie dan babi itu?”

“Yep. Mereka seperti sedang menanti seseorang.”



Sunday, April 13, 2014

Buon Compleano BBI and Congrats for THE WINNER


Selamat ulang tahun buat komunitas Blogger Buku Indonesia. Ini ulang tahun pertama yang saya ikuti selama menjadi anggota BBI. Terima kasih karena telah menjadi wadah untuk para pecinta buku dan penulis review buku. Tiada harapan selain semoga komunitas ini terus tumbuh dan berkembang sehingga bisa merangkul seluruh pecinta buku di Indonesia.

Sebulan yang lalu, dalam rangka memeriahkan ulang tahun BBI yang jatuh hari ini, saya bersama teman-teman yang tergabung di dalamnya mengadakan giveaway hop. Giveaway saya sendiri berlangsung dari tanggal 14 Maret - 12 April 2014, terdiri dari tiga pertanyaan yang harus dijawab. Sengaja saya tidak menggunakan sistem undian dalam giveaway ini, karena saya sendiri sering tidak beruntung kalau menghadapi sistem undian, jadi saya mengerti banget bagaimana rasanya menjadi orang-orang yang dijauhi dewi keberuntungan haha..

Sesuai dengan nama blog ini yang ada unsur Ravenclaw nya, maka saya memutuskan untuk membuat teka-teki yang harus dipecahkan. Siapa yang pertama kali memecahkannya, maka dia adalah pemenangnya. Cara yang cukup adil kurasa. Tapi sampai tanggal 11 April, belum ada satupun yang bisa menjawab ketiga pertanyaan nya dengan benar. Waduuh.. bisa gawat ini kalau sampai besok belum ada yang bisa jawab ketiganya dengan benar.. tapi untung deh di hari terakhir ada juga yang akhirnya menjawab ketiganya dengan benar.

Dia adalah... jreng.. jreng.. jreng

Sunday, March 30, 2014

Dirty Little Secret


Dirty Little Secret

By. AliaZalea
Paperback, 336 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama


Jana Oetomo dihamili oleh Ben Baratha. Dua makhluk ini menjalin cinta ketika mereka sama-sama kuliah di Iowa, US. Dan seperti yang sudah bisa diperkirakan, buku ini dimulai dengan keengganan Ben untuk bertanggung jawab terhadap bayi di kandungan Jana, Ia malah menyuruh Jana untuk menggugurkan kandungannya. Jana patah hati.. Dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Ben,
You are an asshole. I don't know why I ever thought that my world revolves around you, that I love you and you felt the same way. It took you abandoning me when I need you the most realize that I meant NOTHING to you. So, thank you for opening my eyes to who you really are before I wasted any more of my life with someone like you. 
Jana 
PS : Don't worry, I've taken care of "our fuck-up" (as you called our baby), just like you asked me to.

Sebuah email terakhir yang menandakan telah putusnya hubungan mereka. Sampai akhirnya waktu pun berlalu cepat. Tak terasa sudah delapan tahun semenjak kejadian di hari itu. Ben kini sudah mapan. Ia adalah seorang senior consultant management di sebuah perusahaan konsultan di Chicago. Hidupnya seharusnya sempurna, kalau saja dia tidak lagi memikirkan Jana.

Monday, March 24, 2014

Kapan nikah? Kapan punya anak?


Memoir of a So-Called Mom

By. Poppy D. Chusfani
152 pages, paperback
Published by Gramedia Pustaka Utama
March, 2014



Amelia adalah seorang anak bungsu dari enam (atau lima ya? Aku lupa) bersaudara. Kehidupan menyenangkan sebagai anak bungsu sewaktu kecil, ternyata tak berimbas ketika remaja. Dimulai jadi pesuruh kakak-kakaknya, hingga cap anak bungsu yang selalu mendapat keistimewaan dari keluarga telah Ia rasakan.

Namun persoalan dimulai ketika dia beranjak dewasa. Kerabat dari orang tuanya mulai menjodohkannya dengan orang-orang yang mereka anggap mapan, tampan, berwawasan dan pantas untuk Amelia. Keberadaan Baron yang kala itu menjadi kekasihnya tak mereka anggap. Tapi toh akhirnya Amelia tak memperdulikan mereka dan pada akhirnya tetap menikah dengan Baron.

Namun ke-sotoy-an para kerabatnya tak berhenti sampai di situ. Mereka masih saja sering berkomentar tentang jalan hidup yang diambil oleh Amelia. Bagaimana pilihan Amelia untuk tidak bekerja, sampai bagaimana metode Amelia dalam mengasuh anak perempuan semata wayangnya Anika. Semua itu tidak lepas dari penilaian mereka. Jenuh? Tentu.. sebal? Sangat.. 
Tak jarang Amelia merasa dirinya adalah ibu yang gagal jika patokannya adalah standar kerabat-kerabatnya tersebut.

Friday, March 14, 2014

Giveaway Hop BBI 2014


Halo selamat pagiiiiiiiiiiiiiiii.......

Dalam rangka menyambut ulang tahun komunitas Blogger Buku Indonesia, aku mau ngadain giveaway nih. Karena ini merupakan ulang tahun Blogger Buku Indonesia yang ketiga, maka hadiah untuk giveaway kali ini adalah buku pilihan kalian seharga 300.000 alias tiga ratus ribu rupiah di luar ongkos kirim dan hanya untuk satu orang pemenang. Pemenang akan diumumkan bersamaan dengan ulang tahun BBI tanggal 13 April 2014

Kok cuma satu orang pemenang? Iya.. soalnya giveaway kali ini gak pakai syarat rumit macem-macem.. gak pakai isi macem-macem juga, cukup jawab tiga pertanyaan dari aku aja. Siapa yang menjawab pertama kali ketiga pertanyaan ini secara tepat, maka itulah pemenangnya. Gak rumit kan? jadi kalian tidak perlu menggantungkan nasib kalian ke Dewi Fortuna yang belum tentu hadir.. cukup pakai otak kalian buat memikirkan jawabannya. 

Ketiga pertanyaan di bawah ini memiliki tiga jawaban yang berbeda. Ada yang jawabannya berupa judul buku, atau pengarang buku, atau tokoh utama dari suatu buku. Tapi aku gak akan kasih tau mana yang jawabannya berupa judul buku dan mana yang jawabannya berupa pengarang bukunya. Jadi kalau kalian sudah menemukan dua jawaban dari ketiga pertanyaan ini yang jawabannya merupakan Judul dan pengarang buku, maka jawaban pertanyaan ketiga sudah pasti tokoh utama dari suatu buku.. begitu pula sebaliknya.. mengerti kan? mengerti donk ah.. anak-anak blogger kan pinter-pinter :D

Dan berikut daftar peraturan yang harus dipatuhi oleh peserta giveaway ini :


  • Jawaban cukup dituliskan di kolom komentar di bawah ini.. 
  • Setiap jawaban kalian harus menyertakan id twitter atau email agar aku bisa menghubungi kalian jika nanti kalian menang, dan link promosi giveaway ini baik di twitter, fb, blog atau apapun.. dan cukup sekali promosi aja.. dan jangan lupa sertakan juga ucapan ulang tahun kalian untuk BBI yaaa... 
  • Setiap peserta yang mengikuti giveaway ini harus berdomisili atau memiliki alamat kirim di Indonesia
  • Hadiah ini tidak dapat diuangkan. Dan jika pemenang menginginkan hadiah buku-buku import, aku hanya akan membelikannya di open trolley atau periplus. Jadi pastikan harga-harga bukunya di kedua toko buku online tersebut ya..
Dan inilah pertanyaannya :


  1. Cermatilah huruf ke-18 dari huruf Hijaiyah. Lalu gunakanlah sepotong es untuk menyegarkan pikiran kalian dalam menjawab riddle ini. Dan katanya.. sekali lagi katanya yang entah ini kata siapa, angka sepuluh adalah angka kesempurnaan bagi anak sekolah. karena itu pikirkanlah angka ini untuk kesempurnaan menjawab riddle ini..
  2. I AM EL SUCCUS LICTURRO
  3. When you see these equation, you will see who I am.


Nah itulah tiga pertanyaannya. Gampang kaann?  Dan kalau ada yang kurang jelas, kalian bisa langsung tanya aku di twitter @allunamaharani atau email di abzolutekey@gmail.com. Insya Allah akan langsung dijawab.. 

Dan jangan lupa untuk mengikuti giveaway-giveaway yang lain di dalam list di bawah ini ya... :)








Selamat memecahkannya ya... ^_~

Wednesday, March 12, 2014

Wishful Wednesday #10



Selamat pagi teman dan selamat hari rabu. Jakarta diguyur hujan lebat sekali pagi ini, semoga tidak ada banjir lagi. Dan buat teman-teman yang lain, jangan lupa jaga kesehatan. Jangan sampai seperti diriku yang lagi flu berat sekarang... Jagan lupa untuk istirahat yg cukup, banyak minum air putih, dan makan yang teratur ya biar gak ikutan kena flu..

Dan hari rabu adalah waktunya untuk wishful wednesday. Kalian yang mau ikutan meme yang di-host oleh mbak Astrid ini bisa langsung menuju Perpus Kecil.

Rabu ini aku ingin sekali punya boxset Hikayat 1001 Malam 




Sumber : google
Mungkin aku sudah sering melihat aladin dan putri jasmine versi disney atau film-film kartun seperti abunawas dkk.. tapi buat orang yang mengaku pecinta buku, rasa-rasanya belum lengkap kalau belum baca versi aslinya.

Dari yang udah baca sih, katanya buku-buku ini gak hanya berisikan tentang kisah-kisah yang manis seperti aladin dan putri jasmine, namun juga ada yang bertema sex abuse dan incest.

Penasaran kan? Sama donk :p

Thursday, March 6, 2014

New Author RC : Reading Status Updated (January-February 2014)

Baru tahu ternyata harus buat rekapan bacaan ya setiap dua bulan sekali untuk RC ini. Untungnya tadi sempat ngintip-ngintip percakapan di grup whatsapp jabodetabek,

Untuk dua bulan ini, kayaknya saya agak kendor di bulan februari. Banyak kerjaan, pindah divisi.. wah pokoknya banyak banget deh alasan sehingga tidak sempat lagi memegang buku.

Dan inilah buku-buku yang saya baca di dua bulan ini..


  1. Anya's Ghost - Vera Brosgol (Januari)
  2. Eleanor & Park - Rainbow Rowell (Januari)
  3. The Jungle Book - Rudyard Kipling (January)
  4. Orang-orang Tanah - Poppy D. Chusfani (Januari)
  5. Bared To You - Sylvia Day (Januari)
  6. Runaway Ran - Mia Arsjad (Februari)

Wednesday, March 5, 2014

Wishful Wednesday #9

Halo.. udah lama banget gak nulis wishful wednesday. Soalnya udah lama ga punya keinginan yang banget-banget terhadap sebuah buku.

menyedihkan ya? hmm.. bisa dibilang iya dan bisa dibilang tidak.

Menyedihkan karena tandanya ga ada buku yang benar-benar bagus menurutku dan ditambah lagi susah benar akhir-akhir ini meluangkan waktu untuk membaca karena kerjaan yang semakin overload..

Dan tidak menyedihkan karena tandanya aku bisa berhemat dalam hal pengeluaran tentang buku dan memulai untuk menghabiskan timbunan. Kemarin itu dalam percakapan makan siang, aku cerita kalau tumpukan buku yang belum aku baca itu sudah ada di atas 100 buku. Dan teman-temanku ini kaget banget.. "gila lo.." gitu katanya :D. Yah aku sih cuma cengar cengir aja. Gimana coba kalau mereka tahu timbunan anak-anak BBI yg lain.. bisa pingsan mendadak kalik ya? haha..

Namun untuk minggu ini, aku tertarik pada satu buku yang ingin sekali kubeli. Bukunya Remy Silado yang baru. Judulnya Malaikat Lereng Tidar




Thursday, February 13, 2014

The WItches

Sumber : Goodreads

The Witches
by. Roald Dahl
Paperback, 208 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama

Salah satu alasan aku membaca buku ini adalah karena Norwegia. Norwegia, negara impianku untuk aku kunjungi suatu hari nanti ternyata menyimpan banyak cerita tentang penyihir. Begitulah yang tertuang dalam buku The Witches karya Roald Dahl ini. 

Aku yang merupakan tokoh utama dalam buku ini harus kehilangan kedua orang tuanya karena meninggal dalam suatu kecelakaan. Dari situ, dia kemudian diasuh oleh neneknya dan harus meninggalkan Inggris demi mengikuti neneknya yang tinggal di Norwegia. Selama tinggal di Norwegia, neneknya banyak bercerita tentang kisah penyihir-penyihir yang rupanya banyak mendiami Norwegia. Cerita yang menurut neneknya adalah cerita nyata. Si Penyihir selalu saja wanita, berkuku tangan panjang dan tidak memiliki jari kaki. Kepala mereka botak. Para penyihir memiliki seorang ratu yang mempunyai kekuatan sihir maha dahsyat dan juga dapat memproduksi uang sendiri. Itulah mengapa para penyihir tak perlu khawatir akan kekurangan uang. Tugas mereka hanya menyingkirkan semua anak-anak di muka bumi ini. Anak-anak akan menimbulkan bau seperti kotoran anjing untuk penyihir, oleh karena itulah mereka harus disingkirkan. Begitulah cerita nenek kepada "Aku" cucunya.

Thursday, January 30, 2014

Gaiman Rasa Indonesia dan Santa


Orang-orang Tanah

By. Poppy D. Chusfani
Paperback, 200 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama


Awal aku tahu tentang buku ini adalah dari seorang temen yang selera bacaannya aneh. Sebut saja dia si kumbang. Menurut kumbang, buku ini menarik. Aku yang mendapat referensi buku ini dari dia langsung mengernyit.. hei.. ini maksudnya menarik bagus atau menarik sangking anehnya? Yah tapi gara-gara itu juga aku jadi penasaran sama buku ini.

Oiya mau tau buku-buku selera si kumbang? Dia suka banget loh baca buku-bukunya Abdullah Harahap hahaha.. aneh kan? Malah kemarin dia cerita kalau pas dia mau nulis review buku AH yg berjudul "Misteri Penunggu Jenazah" lampunya tiba-tiba mati :))

Ah sudah, lupakan saja tentang kumbang dan selera bukunya yang aneh itu. Balik ke buku ini

Buku ini adalah karya mbak Poppy yang pertama aku baca. Aku tak tahu kalau buku ini adalah antologi. Ada sembilan cerita di buku setebal 200 halaman ini..

1. Jendela
2. Pelarian
3. Pondok Paling Ujung
4. Bulan Merah
5. Dewa Kematian
6. Pintu Kembali
7. Lelaki Tua dan Tikus
8. Sang Penyihir, dan
9. Orang-orang Tanah

Sengaja aku memberi judul review ini dengan Gaiman rasa Indonesia, karena aku memang merasa ini Gaiman banget. Jangan percaya dengan cover bukunya yang super unyu ini, karena cerita-cerita dalam buku ini sama sekali gak unyu!

Mbak Poppy berhasil membuat cerita-cerita horror yang absurd. Yah walaupun kalau kita perhatikan ada maksud tersembunyi di balik cerita-ceritanya.

Cerita favorite ku di buku ini berjudul "Pondok Paling Ujung". Ini adalah cerita yang berhasil membuat bulu kudukku berdiri. Membayangkan pohon yang penuh dengan ulat-ulat atau membayangkan ada apa di balik lapisan papan yang menutupi lantai podok itu.. duh beneran horror.

Tapi ada juga loh cerita-cerita yang aneh di buku ini. Misalkan tentang vampir yang ada di cerita Bulan Merah (eh ini beneran kan ya tentang vampir?). Gaiman juga pernah memakai tokoh vampir dalam ceritanya, tapi di buku ini pake ritual mandi darah segala loh buat penebus dosa.. dan aku mikir ritual kayak gitu kayaknya cuma ada di Indonesia. Kan sering ada tuh cerita horror Indonesia yang kalau mau memelihara kecantikannya harus mandi pake darah bayi atau darah perawan. Makanya aku menyebut kalau buku ini adalah Gaiman rasa Indonesia.

Aku baru nemu cerita seperti ini yang dikarang oleh penulis Indonesia. Biasanya kan bukunya setipe kayak karya-karyanya ayu utami, atau kalau gak yah yang model metropop gitu deh. walaupun cerita-cerita di antologi ini absurd banget, namun kalau dipikir lagi, di dalam cerita-cerita ini juga terdapat kritik sosial yang biasa terdapat dalam karya-karyanya ayu utami dkk. Namun kemasan cerita di buku ini jauh jauuuh lebih menarik buatku. Dan mbak Poppy kini masuk dalam salah satu penulis favoritku. Thank you santa for this wonderful book.

Yah pokoknya buku ini cocok banget deh buat kalian yang menyukai cerita-cerita horror yang aneh. Ceritanya benar-benar mencengkram hati banget.. five stars out

---

Dan sekarang adalah waktunya menebak siapakah santa yang memberikan buku ini..


Ini adalah kedua kalinya aku mengikuti event ini. Tahun kemarin, aku mendapatkan Essy sebagai santaku. Lalu siapakah tahun ini?

Aku memperoleh gift dari Santa sebelum batas akhir yang diberikan oleh teman-teman dari divisi event. Senang sekali dalam dua kali keikutsertaanku di event ini aku mendapatkan Santa yang serius dalam mengikuti event ini.

Dan aku tergelak saat tahu kalau aku mendapatkan dua buah buku yang kedua-duanyaa sama-sama antologi. Orang-orang Tanah dan Senyum Karyamin. Bukan apa-apa.. karena akupun secara tidak sengaja memberikan dua buah buku yang juga antalogi kepada X-ku. Sungguh amat-amat kebetulan :)). Duh event secret santa tahun ini ngasih banyak cerita deh buat aku..

Tertera dalam paket ini, kalau pengirimnya bernama Santa yang berasal dari Surabaya. Mengingat kalau tahun kemarin aku berhasil menebak siapa santaku salah satunya dari resi pengiriman hadiahnya.. tahun inipun aku berharap dengan metode yang sama dapat menebak santaku. Maka mulailah aku woro-woro di tengah grup WA BBI Jabodetabek untuk tahu siapa saja yang tinggal di Surabaya.. lalu kemudian kucluk kucluk datang Mbak Dewi yang bilang.. "Lun belum tentu santamu orang surabaya, bisa jadi dia minta kirimin Mbak Maria. Coba deh liat resinya.. kalau dari Pucang Anom itusih mbak Maria"

Dan benar ternyata dari mbak Maria. T_T dan aku kembali blank siapa santaku. Akupun kembali mencoba melihat riddle tersebut tanpa prasangka apa-apa. Kuprint data member BBI, kustabilo yang alamatnya kira-kira mengandung unsur pahlawan nasional. Lalu tidak ada petunjuk tambahan.. ._.

Setelah berkali-kali aku pusing mikirin santa dan ngoceh dimana-mana, serta mencoba merayu mbak Maria untuk memberikan petunjuk ternyata santaku memberiku petunjuk tambahan melalui Oky. Oiya untuk sekedar merefresh ingatan.. inilah riddle yang diberikan oleh Santaku..



Dan inilah petunjuk tambahan yang diberikan oleh santa..


Jelaskah tulisannya? Aku tuliskan kembali ya..

Dear Alluna, Maafkan kalau riddle santa sebelumnya tidak ada petunjuknya. Saking excitednya mau ngirim hadiah ke kamu jadi hal itu terlupakan. Semoga petunjuk ini bisa memecahkan kemisteriusan susana. Xoxoxo

satu tebasan pedang pahlawan 
memusnahkan tengah menyatukan dua arah 
berterbangan riang di tengah pusaran badai 
bertemu, berpisah, terkumpul dan terberai 
berubah bentuk dari sumber yang sama 
dan kembali terbagi oleh ruang hampa 
yang kiri lebih berat dari yang kanan 
bukankah angka sudah menyatakan? 
temukan nama pahlawanku dan kau temukan keberadaanku 
disanalah aku menunggu, tuk merayakan keberhasilanmu 
dan kalau kau masih ragu, aku yang kedua di halaman pertama

Dan masih ajaaaaaa aku blank...

Hingga tiba-tiba saat aku sedang sholat subuh, mendadak terpikir kalau yang dimaksud oleh petunjuk tambahan itu adalah kalau riddle pertama yang diberikan oleh santa adalah anagram.. (ketahuan deh sholatku gak khusyu --")

Jadi begini.. di riddle pertama ada huruf 6 : 4 dimana tanda : dipotong oleh tanda /.

satu tebasan pedang pahlawan 
memusnahkan tengah menyatukan dua arah 

Aku yakin kalau yang dimaksudkan dengan pedang pada kalimat di atas adalah tanda "/" jadi aku disuruh menyatukan 6 dan 4.
Satu-satunya hal yang merujuk kepada 6 dan 4 dari riddle pertamanya adalah kata "dari" yang berjumlah empat huruf dan kata "susana" yang berjumlah enam huruf. Lagipula kata "dari : susana" dalam riddle pertama digaris bawahi dan ditengah-tengah kata "dari" dan "susana" ada juga tanda ":" itu artinya aku harus menghilangkan tanda ":" dan menyatukan kedua kata tersebut... maka aku dapat "darisusana"

berterbangan riang di tengah pusaran badai 
bertemu, berpisah, terkumpul dan terberai 
berubah bentuk dari sumber yang sama

Maksud kalimat di atas pasti ANAGRAM!!!!!!! Sudah pasti deh.. artinya aku harus mengutak-ngatik kata "darisusana" sehingga membentuk kata yang lain.

dan kembali terbagi oleh ruang hampa 
yang kiri lebih berat dari yang kanan 
bukankah angka sudah menyatakan? 
temukan nama pahlawanku dan kau temukan keberadaanku 
disanalah aku menunggu, tuk merayakan keberhasilanmu 

Dari kalimat di atas, aku tahu kalau "darisusana" adalah anagram dari dua kata dimana kata yang pertama berjumlah enam huruf dan kata kedua berjumlah empat huruf yang merujuk pada nama pahlawan nasional. Maka setelah ku kutak katik muncul lah nama seorang pahlawan wanita yang berasal dari tanah minang yaitu RASUNA SAID

Dari situ aku girang setengah mati, hingga langsung mencari member BBI yang alamatnya di jalan Rasuna Said. Ternyata hanya dua orang yang alamatnya di sana yaitu Essy dan Zia. Berhubung Essy adalah santaku tahun lalu, jadi aku langsung beranggapan kalau Zia lah santaku kali ini. Akupun langsung menembak zia di twitternya.. "Eh Zia, kamu santaku ya?"
Dan cerita indah itu berakhir ketika kucluk kucluk mbak dewi dateng lagi.. "Lun, kayaknya bukan Zia deh santamu. Aku tahu siapa targetnya Zia." Lalu dia sebutkanlah nama yg dia perkirakan menjadi targetnya Zia. Dan kuperhatikan riddlenya, ternyata memang riddle itu merujuk pada blognya Zia..

Aaaaaaaaaa.....


Patah hatiku sepatah patahnya... lalu harus kucari kemana lagi santaku yang baik hati ini, seluruh bulan sudah kulewati.. apakah aku harus mengubah misiku dengan mencarinya di mars? Mungkin santaku ini makhluk super jenius tetangga alien sehingga bisa membuat riddle sedahsyat ini.

Hingga kemudian paman Tezar menghampiriku dan menepuk pundakku.. coba cari di tempat dimana pahlawan tersebut berasal. Ahaai.. tanah minang!

Kembali kususuri.. daftar alamat member BBI. Dan ternyata ada dua orang yang berasal dari Sumatera Barat. Yang satu adalah santa yang bermasalah itu.. dan yang satunya adalah mbak IRA ELVIRA.

Mulailah aku mendapatkan secercah harapan kalau santaku adalah mbak Ira. Sebenernya di sini mbak Dewi juga jadi malaikat penghancur impian ni... dia bilang klo kayaknya mbak Ira itu santanya selvi.. tapi sudahlah, kali ini aku tak peduli kata-kata mbak Dewi hahaha..

Kemudian kalimat terakhir..

dan kalau kau masih ragu, aku yang kedua di halaman pertama

Dear my lovely santa, tak tahukah dirimu kalau justru petunjuk terakhir ini yang membuatku bingung sama sekali? Hahhhhahaha.. satu-satunya yang terpikir olehku dengan kata halaman pertama di kalimat tersebut adalah daftar alamat member BBI yang sudah ada dua file yang artinya dua halaman. Dan nama kedua di halaman pertama dalam daftar tersebut adalah ANA RUSTANTI... jadi bingung lagi :(

Tapi.. sepertinya aku akan mengabaikan petunjuk terakhir ini dan menjatuhkan pilihan santaku kepada mbak IRA ELVIRA.

Semoga benar yaaaa... >.<

Senyum Karyamin


Senyum Karyamin

by. Ahmad Tohari
Paperback, 88 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama


Senyum Karyamin ini adalah buku pertama dari dua buku yang kudapatkan dari event BBI Secret Santa.

Untuk seseorang yang sudah mengirimkan buku ini kepadaku, thank you so much. Aku adalah penggemar karya-karya Ahmad Tohari. Dan rasanya sangat menyenangkan sekali ketika tahu klo Santa mengirimkan buku ini.

Aku gak tahu, apa pertimbangan Santa ketika memilihkan buku ini.. mungkinkah karena santa sudah mencari tahu buku-buku apa yang menjadi favorite ku? Ataukah Santa tahu kalau buku ini memang bagus lantas menginginkan aku juga membacanya? Atau mungkin tidak ada alasan apapun dan hanya insting yang menuntun Santa memilih buku ini? Apapun sebabnya, sekali lagi aku mengucapkan terima kasih banyak.. jikalau Santa memilih buku ini berdasarkan insting, aku yakin mungkin ada koneksi tak terlihat antara hati santa dan hatiku.. #ceileeh :))