Monday, December 30, 2013

The Cuckoo's Calling - Dekut Burung Kukut

Sumber : The Guardian

The Cuckoo's Calling - Dekut Burung Kukut

by. Robert Galbraith
paperback, 520 pages
Published December 2013, by. Gramedia Pustaka Utama


Sekali berbohong, engkau akan terus berbohong. 
Sekali membunuh pun, engkau akan terus membunuh.

Cerita dimulai dengan kematian tragis seorang supermodel berusia muda, Lula Landry. Landry terjatuh dari balkon flat nya yang terletak di lantai tiga. Kepala pecah, otak berhambur keluar, dia tewas seketika ketika kepalanya menyentuh permukaan salju yang telah mengeras. Kesimpulan bunuh diri pun diambil polisi, apalagi ternyata Lula Landry adalah seorang pengidap bipolar.

Tiga bulan kemudian, kakaknya John Bristow yang masih tidak percaya kalau adiknya mati bunuh diri, mendatangi seorang detektif partikelir (Partikelir itu artinya swasta.. aku baru tahu dari Dinoy hehehe) bernama Cormoran Strike untuk menyelidiki ulang kematian adiknya dengan berbekal rekaman cctv di jalanan sekitar flat si adik pada jam seputar kejadian.

Ada dua orang yang dicurigai oleh John. Dua orang pemuda yang terlihat berkulit hitam yang tertangkap cctv tengah berlari pada jam seputar kejadian. Cormoran Strike yang dari awal sama yakinnya dengan polisi kalau ini adalah kasus bunuh diri, akhirnya menerima tawaran John demi segepok uang yang dapat dia gunakan untuk membiayai hidupnya. Didepak oleh tunangannya, Strike yang kini harus tidur di kantor dan menumpang mandi di sebuah universitas melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Ditambah lagi John dan Lula adalah saudara dari Charlie, teman masa kecil Strike yang tewas akibat terjatuh dari jurang.

Dengan dibantu oleh pegawai dari temporary solutions, Robin Ellacot.. Strike mulai menyusun keping demi keping kematian supermodel Lula Landry.

Benarkan dia tewas akibat bunuh diri?



---

Eh.. mungkin review ini ada spoilernya ya.. jadi kalau yang belum baca lebih baik gak usah baca review ini. *big grin*

Setelah membaca buku ini dan review beberapa orang yang sudah membacanya, aku mulai menghitung ada berapa banyak pengalamanku dengan buku-buku detektif? dan ternyata cuma semua buku-bukunya Dan Brown, sedikit sekali buku-bukunya Agatha Cristie dan Holmes, serta komik Detektif Conan. Saat membaca buku ini, aku tak punya banyak perbandingan tentang bagaimana sebuah buku bertema detektif bisa dikatakan memukau.

Aku memberikan empat bintang kepada buku ini. Alasannya, aku suka ceritanya dan aku masih terpukau dengan kelihaian seorang JKR mengolah cerita di dalamnya. Transisi dari buku anak-anak lalu menulis buku tentang politik dan kemudian kini menulis buku tentang misteri, dapatlah aku katakan berhasil dengan baik. Walaupun ada beberapa kejanggalan dari analisis-analisis yang dilakukan oleh Cormoran Strike.


  1. Darimana Strike tahu bahwa tas terbaru Lula landry yang dihadiahkan oleh Guy Some disimpan di kamar ibu angkatnya? apakah ketika memeriksa flat Landry, Strike merasa tidak pernah melihat tas tersebut? seingatku hal ini tidak di jelaskan dalam uraian analisisnya di akhir cerita. Tapi bisa sajakan disimpan di dalam kamar si pembunuh?
  2. Bagaimana sampai seorang Strike berasumsi bahwa kode sandi pembuka brankas adalah tanggal hari paskah dimana Charlie terjatuh? apakah seorang Strike hanya menebak-nebak? atau dia cenayang?
  3. Hal ketiga yang terasa janggal adalah perihal bunga mawar putih. Bagaimana Strike tahu kalau pembunuh Lula Landry mengambil sebagian mawar itu? apakah ada kelopak mawar di tempat kejadian? aku merasa tidak membaca penjelasan ini (tolong koreksi jika ada penjelasannya)
  4. Tetesan air yang membuat satpam flat terpeleset. Bukankah sudah ada penjelasan ketika si pembunuh mengambil mawar putih tersebut, dia sudah mengelap walaupun tidak rapih tetesan air yang terdapat di tangkainya. Lalu memang berapa banyak tetesan air yg masih tersisa sehingga menyebabkan tetesan air tersebut yang akhirnya tercecer sepanjang flat lalu ke tangga darurat bisa menyebabkan seorang Satpam jatuh terpeleset?
Adakah teman-teman yang sudah membacanya bersedia mendiskusikan tentang empat point di atas? empat point di atas lah yang menyebabkan aku menurunkan rating ini dari lima bintang menjadi empat. Selain itu banyaknya selingan tentang kisah pribadi Cormoran Strike yang sedikit membuat bosan.

Tokoh favorite ku dalam cerita ini adalah Robin Ellacot, sekretaris sementara Cormoran Strike cerdas dan berinisiatif tinggi.

Sedangkan tokoh yang gamparable dalam cerita ini adalah teman Lula Landry yang juga memiliki gangguan kejiwaan. Rochelle. Aku gak inget nama panjangnya, males juga ingat-ingat hahaha... Apalah guna sahabat kayak gitu, baguslah akhirnya dia juga mati.

Pokoknya, kalian harus baca karya terbaru JKR ini ya....




 
 

9 comments:

  1. waah...hebat nih analisisnya Lun
    aku blm pernah baca sama sekali karya beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ampun.. ketemu lagi sama orang yg belum pernah baca Harry Potter :O

      Delete
  2. Gegara ada peringatan "spoiler" langsung loncat ke komentar. Hahaha iya, aku jg baru ingat partikelir itu swasta. kata jadul ini dulu sering muncul di novel2 thaun 80-90-an. Dicatet ah. Makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya partikelir emang terdengar jadul ya.. entah kenapa penerjemah memilih kata ini.

      Delete
  3. Memang suka ada ya tokoh yg gamparable, masih untung ga ada susana hehe..
    Buku ini masih ada di daftar ' wishlist ' nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau da susana entar buku ini nyaingin buku2 karangan Abdullah Harahap donk bund.. hahahha... semoga wishlistnya cepat terkabul ya bun.. *peluk*

      Delete
  4. analisisnya mantep :) mungkin di CS #2 nggak ada plot hole lg, mari nantikan tahun depan

    ReplyDelete
  5. Kyaaaaa aku juga pengen baca buku ini. Tapi nanti nanti aja deeeh =))

    ReplyDelete
  6. #1 ~> masih bingung juga...

    #2 ~> tebakanku Strike ini tahu tentang psikologi seorang psikopat. Soal ini mungkin bisa ditanyakan ke anak2 jurusan psikologi apakah seorang psikopat punya kecenderungan seperti itu dalam memilih kode/nomor sandi. Lagian Strike juga bilang kalau dia berjudi dalam tebakan tsb. Berarti selain tahu tentang psikologi psikopat, Strike ini pemain poker yang lumayan juga. hahaha

    #3 ~> Kalau yang ini menurutku cerdas2nya Strike dalam menyelami pikiran si pembunuh. itu ceritanya kan si pembunuh 'nyanggong' atau mengeram di flat. nunggu situasi yang tepat. kayanya juga si pembunuh udah tau kalo Lula sedang menunggu seseorang (pria). situasi ini kemudian dimanfaatkan si pembunuh yang memanfaatkan mawar tsb untuk 'nyamar' sebagai orang yang ditunggu2 Lula. Lula juga nyatanya 'ketipu' kan dengan mawar tsb? Dia pikir itu orang yang ditunggunya bawa juga bunga untuknya. Jadinya dibukain pintunya deh... Trik klasik cowok bawa bunga ke cewek dimanfaatkan dengan baik oleh pembunuh. Dan pemikiran seperti ini (didukung juga oleh keadaan TKP waktu pembunuhan) bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Strike untuk menyusun teori.

    #4 ~> ini sampe sekarang nggak masuk nalarku. itu karangan bunganya seperti apa sih? kok ketika diambil beberapa tangkai aja bisa sampe meneteskan tetesan air yang (hebatnya) bikin satpam kepleset. udah kaya isi ember pel yang tumpah aja :D

    ReplyDelete