Thursday, December 12, 2013

Ekranisasi : Catching Fire (The Hunger Games #2)

sumber : imdb
The Hunger Games : Catching Fire

Sutradara : Francis Lawrence
Produser : Nina Jacobson, Jhon Kilik
Screenplay : Simon Beaufoy, Michael deBruyn
Adaptasi buku : Catching Fire oleh Suzanne Collins
Pemeran: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Woody Harrelson, Elizabeth Banks, Lenny Kravitz, Philip Seymour Hoffman, Jeffrey Wright,Stanley Tucci, Donald Sutherland
Musik: James Newton Howard
Sinematograf: Jo Willems
Studio: Color Force
Distributor: Lionsgate
Rilis: November 11, 2013 (London premiere), November 22, 2013 (United States)
Durasi: 146 menit


Akibat rasa penasaran yang teramat sangat, mengingat seorang teman BBI bilang kalau film ini keren bangetsss, maka selasa kemarin saya akhirnya nekat nonton film ini.. sendirian :D

Dapat kursi keempat dari bawah dan di tengah. jadi itu berasa nonton tv dengan layar yang super buesar.. lumayan pegel juga ternyata nonton dari posisi ini.


Seperti novelnya, film ini juga mengisahkan tentang perjuangan Katniss dan Peeta dalam menghadapi Quarter Quell. Yup! mereka harus bertarung kembali di Hunger Games akibat keistimewaan sistem yang dilaksanakan setiap 25 tahun sekali.

Tujuan Presiden SNow mengadu kembali para pemenang sebenarnya adalah untuk membunh Katniss dengan cara yang wajar. Katniss, buah berry dan pembangkangannya menimbulkan gejolak di setiap distrik untuk melakukan perlawanan terhadap capitol. Akibat pembangkangannya itulah, tiba-tiba Katniss menjadi simbol perjuangan mereka melawan tirani.

Perjuangan Katniss dan Peeta untuk menenangkan masa saat tour kemenangan ternyata tidak berhasil. Maka Quarter Quell pun diadakan untuk membunuh dirinya. Karena keberadaan katniss dirasa berbahaya untuk Presiden Snow. Katniss sekarang adalah simbol harapan untuk mereka.



Dalam Tour kemenangan mereka, bagian pada trailer di atas lah yang membuat saya merinding. Ketika mereka berkunjung ke tempat Rue. Dan seorang kakek membuat simbol dengan tiga jarinya ke atas. Sebuah simbol perlawanan, sebuah simbol yang menandakan kalau mereka berada di belakang Katniss untuk melawan Capitol.

Dan kuakui, film ini jauh lebih bagus dari film yang pertama. Terutama bagian kostum nya. Kostum Katniss saat berparade, ataupun gaun pengantinnya sungguh memukau sekali.



Dan kita sebagai orang Indonesia patut berbangga, karena gaun pengantin di atas yang digunakan oleh Katnis dirancang oleh orang Indonesia. Tax Saverio nama perancangnya.

Dan dari film ini pula, aku mengerti bagaimana Peeta sesungguhnya. Aku masih team gale saat sebelum menonton film ini, tapi setelahnya.. bolehkah aku juga menjadi team Peeta? hahahah. Aku tarik ucapanku yang pernah bilang kalau Peeta itu menye-menye. Dia sweeeettttt banget. :D Mau donk dipeluk juga sama Peetaaaaa.... #dikeplak

Selain Peeta yg sweet banget, pelukable and kissable di film ini.. aku juga jadi menyukai satu karakter lagi. Johanna. Ini cewek keren banget :D Apalagi dia dengan pedenya buka baju di lift.. cooool!!! :D



Namun dari beberapa hal yang menakjubkan dari film ini, ada juga yang aku rasa kurang sreg di hati. Tag film ini adalah untuk remaja, namun kuhitung ada tiga kali adegan cium bibir yang sangat jelas sekali di film ini antara Katniss dan peeta atau Katniss dan Gale. Aku rasa adegan tersebut belum cocok disuguhkan kepada anak remaja. Yang kedua adalah subtittle nya yg ngacooooo.. sebel deh! banyak banget typo.. --"

Yah tapi hal itu gak mengurangi nilai film ini.. tetep kudu harus ditonton.

4 comments:

  1. eh..masa sih remaja nggak boleh cium bibir lun? XD
    aku juga nonton ini sendirian hahaha...team peeta all the way!

    ReplyDelete
    Replies
    1. soalnya.. soalnya... aku aja yang udah nikah malu liat adegan itu mbak hahahha

      Delete
  2. wakakakaka, aku kapok nonton sendirian, nggak enak (padahala di dalem pun juga g ngobrol, serius nonton film)
    nah, tambah lagi team Peeta :p

    ReplyDelete
  3. aku sih emang sejak semula tim peeta :D
    FIlmnya keren, karena berasa naskah dan plotnya kali ini lebih rapih
    Yang nulis naskahnya, duo peraih Oscar lho. Dan JenLaw, kali ini tampak sudah 99% paham karakter Katniss.

    ReplyDelete