Thursday, December 12, 2013

Aku, Lettie dan Samudera

sumber : goodreads

The Ocean at The End of The Lane
by. Neil Gaiman
Paperback, 264 pages
Published August 2013 by Gramedia Pustaka Utama


Aku.. manusia tanpa nama. Maksudnya, di buku ini aku selalu disebut aku. Hari ini, entah mengapa aku ingin menyusuri tempat tinggalku yang lama. Tempat dimana aku menghabiskan sebagian masa kecil ku. Tempat dimana ada jalan setapak yang berujung pada rumah satu-satunya temanku.. Lettie Hempstock.

Aku pertama kali bertemu Lettie ketika seseorang mencuri mini van putih ayahku dan melakukan bunuh diri di dalamnya. Si penambang opal yang sudah beberapa hari ini menginap dan menempati kamarku. Tepat di ujung jalan setapak ini, Lettie memandangi segala keriuhan polisi dan ayahku akibat kasus bunuh diri. Lalu Ia menawariku untuk berkunjung ke rumahnya selama polisi dan ayah sibuk mengurus mayat dan mobilnya.

Itulah kali pertama aku mengunjungi rumah keluarga Hempstock. Dan saat ini aku mengunjunginya kembali setelah hampir 40 tahun aku tidak pernah kesini. Ny. Hempstock tua yang menyambutku. Ia adalah neneknya Lettie. Aku cukup terkejut karena Ia masih hidup dan tak pernah berubah setelah hampiiir 40 tahun. Dan tampaknya Ia tidak heran dengan kedatanganku yang tiba-tiba ini. Bahkan ketika aku berniat mengunjungi "samudera" nya Lettie, Ia langsung tanpa ragu-ragu berkata.. 

"Silahkan, kau sudah tau jalannya".
Yup "samudera" nya Lettie Hempstock adalah sebuah kolam bebek kecil di belakang rumahnya. Aku pernah protes padanya, kubilang ini kolam bukan samudera. Namun Ia dengan entengnya bilang..

"Ini samudera, besar atau tidaknya dia akan menyesuaikan tergantung kebutuhannya."

Ajaib!! Jika di usiaku sekarang ini, dan setelah apa yang terjadi antara aku, Lettie dan samudera itu selama masa kecilku.. mungkin aku akan menganggap ini sihir. Namun bagi anak usia tujuh tahun sepertiku dulu, aku hanya mengernyit tanda tidak mengerti.

Dari samudera inilah semuanya bermula. Dari sebuah koin yang ditelan oleh seekor ikan dalam samudera inilah, bencana ini semua berasal.. dan Lettie.. Ia telah berkorban sangat banyak untukku.

***

Buku kelima Neil Gaiman yang sudah kubaca. Jelas masih menawarkan sebuah keabsurdan yang memukau. Gaiman dengan segala imajinasinya yang tidak biasa berhasil menghadirkan kenangan masa kecilnya menjadi sebuah cerita yang sangat memikat. 

Tak salah kalau banyak yang menyebut, dongeng-dongengnya Gaiman adalah dongeng untuk orang dewasa. Begitu pula buku ini. 

Buku ini bercerita tentang kehidupan keluarga Hempstock yang sudah hidup entah berapa ribu tahun, dan seorang monster bernama Ursula, serta seorang anak yang disebut Aku. Orang dewasa mana sih yang akan terpikat pada cerita bertema anak-anak seperti ini? ada.. orang dewasa itu aku!. Aku sudah terpikat dan terjerat dalam cerita ini. Gaiman selalu punya cara untuk memikat dan menjerat aku dalam segala keabsurdan cerita-ceritanya. bagaimana aku merasa ngeri ketika tokoh AKu dalam novel ini dikejar oleh Ursula, bahkan bagaimana cerita ini menghadirkan tanda tanya besar dalam diriku hingga saat ini.. Apa sebenarnya keluarga hempstock itu?

Masi ingat The Graveyard Book buku Gaiman yang lain? di cerita itu juga ada tokoh yang bernama Silas yang jenisnya tidak diberi tahu sampai akhir cerita, walaupun akhirnya aku bisa menerka-nerka kalau Silas itu vampir. Namun di buku ini, aku sama sekali tidak punya bayangan apakah keluarga Hempstock itu. :D

Hal ini mungkin yang menjadikan daya pikat dari buku ini. Aku terus berharap kalau gaiman pada ujungnya akan memberi tahuku siapa dan apa sebenrnya keluarga Hempstock itu. tapi ternyata enggak. :p Bikin gregetan jadinya --"

Jadi, buat yang ingin merasakan dongeng yang tidak biasa.. silahkan mencicipi karya Gaiman ini... Setelah itu, mari kita sama-sama menyelidiki apa sebenernya keluarga Hempstock itu :D

five stars out.. 

No comments:

Post a Comment