Sunday, November 24, 2013

The Help


The Help
by. Kathryn Stockett

Paperback, 544 pages
Published May, 25th 2013 by. Penerbit Matahati



Aku menyesal sekali baru bisa membaca buku sebagus ini sekarang. Saat buku ini baru sepertiga saja kubaca, sudah langsung bisa kusimpulkan kalau buku ini akan masuk ke dalam list buku favorit ku. Buku ini mengambil isu rasial yang terjadi di Amerika Serikat jelang tahun 50-60 an di sebuah kota di negara bagian Missisipi, saat Rosa Sparks atau Marthin Luther King sedang giat-giatnya mengajukan persamaan derajat antara warga Amerika Serikat berkulit hitam dan berkulit putih.


Euginia "Skeeter" Phelan, wanita muda berkulit putih inilah yang menulis kisah tentang mereka. Dan novel ini bercerita tentang bagaimana proses pembuatan sebuah buku tentang suka duka para asisten rumah tangga berkulit hitam terhadap majikannya dan pekerjaannya.

Namun jangan bayangkan kalau Skeeter ini adalah wanita kulit putih pejuang hak-hak kaum minoritas kulit hitam. Bukan.. sampai akhir buku ini kubaca, aku tidak merasakan gejolak perlawanan dari diri Skeeter. Selain adegan saat dia meminjam buku tentang persamaan hak antara warga kulit hitam dan putih di perpustakaan, atau kilasan bayangannya tentang Constantine pengasuhnya saat kecil, saya merasa Skeeter menulis cerita tentang mereka para asisten rumah tangga berkulit hitam ini hanya untuk membuktikan kepada penerbit di New York sana bahwa Skeeter dapat membuat tulisan dengan tema yang tidak biasa.

Lalu apa yang menarik dalam buku ini? Tentu saja Abileen dan teman-temannya dari kalangan asisten rumah tangga kulit hitam, yang akhirnya berani membuka suara walau secara anonim ke dalam sebuah buku yang ditulis oleh Skeeter.

Keberanian Abileen pun menginspirasi teman-temannya yang lain untuk ikut menyumbangkan ceritanya. Novel ini bercerita banyak hal. Menggambarkan bagaimana Amerika Serikat dulu juga pernah terperosok dalam kasus-kasus rasial seperti ini. Dimana kulit hitam berarti kotor dan sarang penyakit, sehingga tidak layak untuk memakai kamar mandi yang sama dengan kulit putih. Tak hanya itu, bahkan untuk fasilitas publik pun seperti perpustakaan, dibuat khusus untuk si kulit putih dan kulit hitam. Menyedihkan..

Mengingat bagaimana perlakuan kulit putih terhadap kulit hitam dulunya, saya mengerti sekarang mengapa berhasilnya Obama menjadi presiden Amerika Serikat saat ini menjadi suatu hal yang sangat istimewa.

Namun, buku ini tak hanya berisi hal-hal itu saja. Ada banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran. Bagaimana para asisten rumah tangga tersebut memperlakukan anak yang mereka asuh dari kecil, atau tak hanya majikan yang jahat.. buku ini juga menuliskan bahwa ada juga kaum kulit putih yang memperlakukan asisten rumah tangga mereka.

Buku yang sangat "penuh" sekali... five stars out!






No comments:

Post a Comment