Sunday, September 8, 2013

Cinta, Hutang Budi, dan Balas Dendam

Kisah Klan Otori #1 : Across The Nightingale Floor
By. Lian Hearn
382 Pages, published by Matahati

Tomasu nama anak tersebut. Usianya baru sekitar 16-17 tahun ketika mendapati rumahnya sudah terbakar. Tak hanya rumahnya, ternyata seluruh kampungnya pun sudah dilalap api. Ia kaget dan langsung mencari keluarganya. Ayah tirinya sudah tergeletak tak bernyawa di dekat kuil, begitupun teman-temannya. Matanya berkeliling untuk mencari ibu dan kedua adik tirinya. Namun nihil.. Yang Ia temukan justru sekelompok prajurit anak buah Lida Sadamu dari Klan Tohan yang tengah mabuk di dalam kuil. Merekalah yang telah menghancurkan dan membakar perkampungan Hidden, tempat Tomasu selama ini tinggal.
Tomasu tinggal di suatu wilayah yang disebut Tiga Negara. Dalam wilayah Tiga Negara ini, ada lima buah klan yang menguasai wilayah tersebut. Klan Otori, Klan Maruyama, Klan Seishuu, Klan Shirakawa dan Klan Tohan, serta satu wilayah yang dihuni oleh kaum hidden. Setiap klan memiliki daerah kekuasaan masing-masing.


Kecuali kaum hidden, setiap klan berusaha untuk saling menguasai satu sama lain. Dan peperangan antar klan sudah sangat sering terjadi di zaman feodal jepang. Aksi balas dendam dan saling tawan hampir selalu mewarnai kisah-kisah tentang samurai pada masa ini. Nyawa dibayar nyawa, kepala diganti kepala adalah tradisi yang sama tuanya dengan tradisi upacara minum teh di negeri Matahari Terbit itu. Bagi masyarakat Jepang, kehormatan keluarga dan nama baik seseorang adalah harga diri yang kalau perlu ditebus dengan jiwa raga. Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup menanggung malu.
Dan dendam pulalah yang akhirnya juga memulai kisah ini.
Lida Sadamu adalah pemimpin Klan Tohan yang terkenal sangat kejam. Ulahnya kali ini yang membakar perkampungan kaum hidden dipicu oleh sikap kaum hidden yang tidak mau turut campur dan tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh para klan ini. Membunuh dan bunuh diri adalah sebuah dosa. Mereka meyakini bahwa ada kuasa di luar mereka semua yang menguasai hidup mereka, Tuhan Yang Maha Esa. Setiap perbuatan jahat akan mendapatkan hukuman dari Nya. Dan prinsip ini rupanya sudah mengusik Lida dan dia memutuskan untuk menghabisi seluruh kaum hidden.
Sebagai satu-satunya warga kampung hidden yang masih hidup, Tomasu tahu dia dalam bahaya. Terlebih lagi, prajurit-prajurit anak buah Lida sudah melihat keberadaannya. Tomasu pun lari ke dalam hutan dengan diikuti oleh dua prajurit Lida yang mengejarnya. Sampai akhirnya Tomasu bertemu dengan Lord Shigeru dari klan Otori yang kemudian menyelamatkannya.
Rasa hutang budi membuat Tomasu bersumpah setia untuk melayani Shigeru.
Dan kisahpun dimulai..
Tomasu mengikuti Lord Shigeru hingga ke kediamannya. Namanya kini berubah menjadi Otori Takeo. Di sana dia diperlakukan bahkan dianggap anak oleh Shigeru. Dia diajari baca tulis dan mengayunkan pedang. Di sana pulalah akhirnya Tomasu mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Dia adalah seorang Tibre. Tibre adalah sebuah suku yang menghasilkan para pembunuh bayaran. Tomasu mampu mendengar suara dari jarak jauh, "membelah" dirinya dan membuat tidur lawan-lawannya. Dia berasal dari keluarga tertua suku Tibre. Keluarga Kikuta.
Lord Shigeru yang mengetahui bakat istimewa Tomasu ini akhirnya juga "memanfaatkannya" untuk membalas dendam terhadap Lida. Yap.. Lord Shigeru juga memiliki dendam. Bahkan mungkin seluruh orang menaruh dendam pada Lida. Lida telah membunuh Takeshi, adik dari Shigeru. Klan Tohan juga merebut sebagian wilayah Klan Otori. Namun di sisi lain, Suku Tibre yang sudah mengetahui kalau Tomasu adalah bagian dari suku mereka juga tidak tinggal diam. Mereka juga menginginkan Tomasu..
Akankah dendam Lord Otori Shigeru berhasil dituntaskan?
dan
Kemanakah kesetiaan Tomasu akan berlabuh? Tibre atau Otori?
***
Suatu perbincangan di sore hari bersama teman-teman di salah satu komunitas buku, mengantarkanku kepada buku ini. Tepatnya kepada lima buku serial Otori ini hanya dengan harga 150ribu saja. Yap, kami memang sedang membicarakan tentang diskonan-diskonan buku bagus di sekeliling kami. Dan aku akhirnya memutuskan untuk membelinya setelah mendapatkan rekomendasi dari salah satu teman yang kebetulan sudah membacanya. Katanya bagus!
Sejujurnya, aku cukup ragu apakah buku ini bisa dikategorikan sebagai historical fiction. Soalnya setelah aku cari kesana kemari (padahal sebenarnya hanya ngutak ngatik kata di mesin pencari google), aku sama sekali tidak menemukan sesuatu yang berhubungan dengan Klan Otori. Satu-satunya Otori yang bisa kutemui dari pencarian ini hanyalah Panglima Otori Keisuke saat perang Boshin terjadi. Dan kurasa, dia bukan Otori yang dimaksud dalam buku ini.
Tetapi buku ini banyak memuat tentang adat, tradisi, dan juga alam dan musim di Jepang. Nightingale floor sendiri benar-benar ada dan dibangun mengelilingi banyak rumah dan kuil di Jepang. Salah satu contohnya adalah kuil Nijo di Kyoto. Oiya, Nightingale floor adalah lantai yang terbuat dari kayu yang akan berdecit ketika diinjak. Zaman dahulu, lantai ini berfungsi layaknya alarm pada zaman sekarang.
Jadi buku ini termasuk historical fiction atau fantasy? entahlah, tapi panitia SRC (Serapium Reading Challenge) sudah memperbolehkan buku ini digunakan untuk bulan ini yang mengambil tema perang dan sejarah.Buku ini berbeda dengan buku-buku yang ditulis oleh asli orang Jepang yang telah aku baca. Aku memang belum pernah membaca karyanya Eji Yoshikawa, tapi pengalamanku berkata kalau buku yang ditulis penulis Jepang terkesan sepi. Mungkin karena buku ini penulisnya bukan orang Jepang kalik ya jadinya kesan sepi tidak aku temukan dalam buku ini. Lian Hearn, penulis buku ini adalah seorang Inggris yang bermukim di Australia.
Secara alur dan tempo cerita, buku ini terbilang ditulis dengan apik. Dengan pergantian sudut pandang di setiap babnya, kita sebagai pembaca jadi bisa memetakan kejadian yang sedang terjadi. Ibarat sedang menonton film, setiap adegan jadi bisa tergambar jelas walau berbeda setting tempat dan waktu. Secara keseluruhan, penulis dapat menggambarkan kisah-kisah tentang masa feodal kekaisaran Jepang yang ditambahi oleh bumbu fantasy, supranatural, peperangan dan kisah cinta yang mendebarkan ini dengan sangat baik. Perjuangan Tomasu dan Kaede untuk menyatukan cinta mereka meski banyak halangan dan tentangan, menjadi sebuah kisah percintaan yang sangat menyentuh. Intensitas Hearn dalam membangun karakter tokoh-tokohnya, akan membuat siapapun yang membaca Kisah Klan Otori dibawa untuk membenci atau menyukai tokoh-tokohnya.
Dari buku ini pula aku banyak mendapat pelajaran tentang kesetiaan, hutang budi, kesabaran dan dendam.
Namun sayangnya, ada juga beberapa kelemahan yang terdapat dalam buku ini. Pertama, walaupun Hearn dapat membangun karakter setiap tokoh dalam cerita ini dengan baik, Tomasu sebagai karakter utama justru kurang tereksplore bila dibandingkan dengan Lord Shigeru. Mungkin karena ini masih buku pertama kali ya, jadi (sekali lagi) mungkin, Hearn berusaha untuk menanamkan dasar yang kuat mengenai alasan-alasan yang menjadi penyebab akan apa yang dilakukan oleh Tomasu di buku-buku selanjutnya. Kedua, adanya kesan yang tergesa-gesa dalam membangun kisah percintaan di buku ini. Terutama terhadap kisah cinta Tomasu dan Kaede. Rasanya cinta mereka timbul dengan tergesa-gesa tanpa terlebih dahulu terjadi cukup interaksi di antara mereka. Kalau mau beralasan kisah cinta keduanya hanya sebagai bumbu di buku ini, hal itu tidak bisa dibenarkan. Karena peristiwa-peristiwa penting di sepertiga bagian akhir buku ini justru didasari oleh cinta mereka. Ketiga adalah proses editing yang kurang mulus. Ada beberapa kesalahan pengetikan juga salah penggunaan kata baku, contohnya resiko dan ijin. Padahal menurut KBBI seharusnya risiko dan izin. Keempat adalah cover buku yang sangat mewakili cerita, namun kurang menarik.
Untuk awal dari sebuah kisah yang lain, buku ini layak mendapatkan tiga bintang.
Rate : 3/5

1 comment:

  1. Iya...emang Shigeru itu imagenya kuat banget. Aku sedih banget pas Shigeru mati (bukan spoiler kan ini?). Lebih sedih drpd .....(yg ini spoiler).

    Argh...kenapa aku harus diingatkan sama buku ini lagi? T_T
    I love and hate this series

    ReplyDelete