Tuesday, September 10, 2013

Bookish Top Ten #1 : Muhammad Desem as a target

New Meme! Kali ini digagas oleh Mbak Yuska di blognya Lust And Coffee. All about books and all about ten. Jadi setiap bulannya kita akan mendapatkan tantangan yang berbeda-beda yang berhubungan dengan angka sepuluh dan buku. Tantangan pertama dalam meme kali ini :
Your blogger buddy's top ten favorite books
Teman yang saya todong dalam tantangan yang pertama ini adalah Muhammad Desem. Dari namanya aja udah ketahuan ya dia kelahiran bulan desember. Pemuda manis yang masih jomblo ini adalah seorang dokter hewan di Jepara sana. Dia suka fotografi dan tentu saja membaca. Suatu saat katanya, dia ingin bekerja di balai penelitian dan bukan sebagai praktisi lagi. Kenapa nodong dia? karena dia manis? bukan :D karena dia ini agak-agak "satu frekuensi" sama aku, jadi aku pengen tahu apakah buku-buku yang dia suka juga satu frekuensi sama aku? hehehe.. Untuk lebih mengenal dia, kalian bisa langsung aja ke blog bukunya di Just My Point of (Re)View atau langsung ke twitternya @MuhammadDesem.

nih si target :



Manis kan? trus kenapa ya masih single? :)) #ditendangsampetimbukti


Dan inilah sepuluh buku favorite dari Muhammad Desem :

American Gods karya Neil Gaiman. 

Mas Desem ini adalah salah satu yang berhasil mengkompori aku untuk membaca karya-karya Gaiman dan lantas menyukainya. Kebetulan American Gods ini aku belum baca, padahal kata dia.. inilah bukunya Gaiman yang paling bagus. 

Eleven Minutes karya Paulo Coelho

Hahaha.. kayaknya kalau cowok suka buku ini alasannya udah bisa ditebak deh :D #upps.. 

Garis Batas karya Agustinus W.
Menurutnya, buku ini adalah buku travelling terbaik yang pernah Ia baca. Dia juga pernah bilang sih, kalau buku ini lain daripada yang lain, apalagi dibandingkan buku travelling ecek-ecek yang banyak beredar sekarang ini. Ditambah buku ini juga membahas tentang sejarah sosial dan budaya negara-negara yang si pengarang kunjungi.

Panggil Aku Kartini Saja, karya PAT
Omaygad.. Juara banget deh orang-orang yang berhasil menamatkan buku ini dan dewa banget orang-orang yang memfavoritkannya. Aku gak berhasil membacanya sampai tuntas.

Ronggeng Dukuh Paruk, karya Ahmad Tohari
Untuk alasan yang sama, aku dan mas Desem sama-sama menyukai buku ini. Kami berdua terpukau oleh diksi dan narasi yang indah. Ditambah pergolakan PKI yang bisa kita pahami dari sisi lain di buku ini. Bukan dari sisi sang penguasa, atau sisi anggota PKI.. namun dari sisi yang lain, yaitu rakyat tak bersalah yang terkena imbasnya.

Steve Jobs, karya Walter Issacson
Menurutnya, ini adalah buku biografi terbaik yang pernah Ia baca. Buatku juga. Karena buku ini tidak hanya mengulas dari sisi positif Steve Jobs saja, namun sisi negatifnya pun dibahas secara gamblang.


Harry Potter, karya JK. Rowling
Siapa sih yang tidak suka Harry Potter?


Arok Dedes, karya PAT

Satu lagi buku karya PAT yang dia suka. Menurutnya buku ini menjungkir-balikkan mitos Ken Arok dan kutukan keris Mpu Gandring. Dengan ideologi kirinya yang menolak segala hal yang irasional, Pram mampu menyajikan sebuah versi baru dari kisah Ken Arok dan kutukan keris tersebut. Alur dan plot yang disajikan Pram dalam buku ini mampu membuat kisah kutukan keris Mpu Gandring itu seperti dongeng untuk anak kecil saja. Hal tersebut menjadikan kisah Ken Arok sebagai kisah yang murni dipenuhi intrik politik dan dapat diterima nalar. Arok Dedes meruakan sebuah warisan berharga bagi dunia sastra Indonesia

The Client, karya John Grisham

Waktu aku tanya mengapa dia suka buku ini, dia berkata seperti ini :

Entah kenapa saya suka sekali dengan buku karya John Grisham ini. Seperti karya-karya Grisham lainnya, buku ini memiliki cerita di seputar dunia hukum. Secara umum buku ini bercerita seorang pengacara yang mati-matian membela kliennya. Namun, yang membuatnya berbeda adalah klien tersebut seorang anak berumur sebelas tahun. Well, hubungan antara Reggie, sang pengacara, dengan Mark, sang klien, inilah yang menjadi roh buku ini. Ketulusan Reggie dalam membantu Mark, bahkan semua itu dilakukan dengan bayaran hanya satu dolar, benar-benar membuat saya terharu. Petualangan dan hubungan mereka dalam buku ini tidak seperti hubungan pengacara-klien lagi, tapi lebih seperti hubungan antara ibu-anak. Nilai kekeluargaan benar-benar terasa dalam buku ini. Saya kira sentuhan ini membuat karya Grisham yang satu ini berbeda dengan karya-karyanya yang lain.
Dan buku kesepuluh favorit dia adalah..

Quo Vadis?, karya Henry Sienkiewicz
Menurutnya karya klasik Henryk Sienkiewicz ini benar-benar karya sastra jempolan. Dengan setting zaman imperium Romawi pada masa kekuasaan Nero, buku ini mampu menggambarkan situasi chaos yang melanda Roma pada waktu itu. Masih ingat kan kalau Nero adalah kaisar Romawi yang terkenal karena membakar kota Roma? Kegilaan Nero melakukan hal tersebut akan kita temukan sebab-musababnya di buku ini. Kisah pergerakan umat Kristen pada masa-masa awal setelah kematian Yesus juga akan kita temui dalam buku ini. Selain sebagai sebuah novel bergenre historical fiction, buku ini juga termasuk dalam genre romance karena kita juga akan menemui kisah romansa Vinicius dan Lygia--yang tak kalah wah dengan kisah romantis Romeo-Juliet. Tidak salah jika buku ini juga termasuk ke dalam daftar 1001 Books You Must Read before You Die.

3 comments:

  1. Mas Desem seleranya jempolan :))
    Hampir semua buk favoritnya masuk daftar baca.
    Thank you udah ikutan #BTT ya :)

    ReplyDelete
  2. huwaaa... berat-berat pilihan bukunya. yang paling enteng cuma harpot.. ajiib ^^

    ReplyDelete
  3. iyaa, pilihan bukunya seyeemm XD
    tapi keren deh, nambah wishlist aku #eh

    ReplyDelete