Tuesday, July 30, 2013

Hello guys.. my name is Nobody Owens


The Graveyard Book

by. Neil gaiman
Paperback, 360 pages
Published April 2013 by Gramedia Pustaka Utama


Hello guys, my name is Nobody Owens

I live at cemetery accidentally, as a result of a tragic incident that took my family based on.. you know.. reasons that doesn't make any sense..
Now I live with Mr. and Mrs. Owens in this cemetery. They are ghost, my foster parents.
Besides them, I also have a guardian. His name is Silas. My guardian is a honorary soldier. But I think, he is a vampire.

And here I am.. Nobody Owens live..

I have a privilege for the cemetery.. may penetrate a tombstone, see in the darkness, fading, get into others dream, and create fearness.

But..

I am still a human. I want to go to school, socialize with other living things. But Silas against me.. something or someone that claimed the lives of my family is also threatening me if I step outside this cemetery..



So.. what I have to do?



Wednesday, July 24, 2013

wishful Wednesday [5]

Haloo.. selamat siang, selamat hari rabu dan selamat bertanggal 24.. THR udah masuk kan? :D

kalau THR udah masuk saatnya wujudin semua wishlist dooonk...

Tapi sayangnya, Wishful Wednesday kali ini, aku lagi gak pengen buku. Soalnya kalau aku pengen suatu buku, otomatis aku harus beli kan? nah.. beberapa hari yang lalu tuh timbul suatu ide brilian yang memungkinkan aku bisa dapet buku-buku gratisan...

Hah gimana caranya?

nah.. karena itulah saya menulis di WW kali ini, agar keinginan aku diaminkan oleh banyak orang yang membaca WW ku kali ini. :D

Aku pengen jadi seperti..... RAHIB!!!




Eh eh eh.. bukan pengen wajahnya berubah seperti Rahib ya, nanti aku jadi mirip sama legolas dan timun inggris lagi :O, atau umurnya jadi seperti beliau yang... errrr.. udah 42 tahun... Ogah deh.. tua banget >.<. Apalagi kalau jenis kelaminnya yang berubah.. wah bisa gawat :O langsung ditalak 10 bisa-bisa sama suami aku.. hehhe

Aku cuma pengen kebiasaan Rahib yang selalu dapet kiriman buku-buku baru GRATIS dari penerbit pindah ke aku !!!! Suka iri gitu deh kalau beliau (manggilnya beliau ya.. kan udah tua) suka pamer di WA >.< biasanya malah dapet tanda tangan dari penulisnya segala pula >.< siapa yang ga iri coba? ._.

Jadi mau donk Rahib bertukar nasib denganku setiap ada penulis ngeluncurin buku?? mau yah yah yah yah ?



Oiya, kalau kalian pengen ikutan meme Wishful Wednesday yang keren ini? Ini caranya:
  1. Silakan follow blog Book To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Thursday, July 18, 2013

Wishful Wednesday [4]

iyaaa... tauuu kalau ini itu hari kamis. Aturan meme ini kan buat hari rabu. Tapi kemarin aku gak sempet posting. Jadi boleh ya posting sekarang?

Sudah beberapa minggu aku skip dari meme ini, alasannya karena bingung mau beli buku apaan. Buku-buku yang baru terbit bukannya tidak ada yang aku inginkan, tapi karena kebanyakan emang sudah terkabul.. (terima kasih Tuhan)

Sampai tiba-tiba kemarin rahib posting buku ini di grup whatsapp BBI. Beserta bonus notes nya yang unyu-unyu dan aku banget gitu lohhhh..


Bonus notes nya itu bentuknya bulan.. luna itu bulan kan yaa???

source : goodreads

Tarik napas.
Tahan.
Pikirkan hal-hal yang paling Anda syukuri.
Bayangkan perjalanan jauh Anda dari rumah.
Tahan.
Jika Anda bisa menemukan jalan keluar, apa yang akan Anda lakukan?
Tahan.
Berdoalah.
Gantungkan harapan setinggi-tingginya.
Tahan.
Tenang, Anda belum mati.
Lihat sekeliling Anda, perhatikan.
Sesak?
Jangan khawatir, pada titik ini seharusnya Anda sadar: semua orang tersesat.
Sekarang lepaskan napas Anda.
Dan ambillah langkah pertama menuju petualangan baru.
Semoga suatu hari Anda bisa menemukan jalan pulang, atau kalau tidak—
Teruslah melangkah.

Perhatian:
Jangan baca buku ini di tempat umum guna mencegah terjadinya reaksi yang tak diinginkan. Bawa pulang buku ini, sembunyikan, baca diam-diam waktu tengah malam sambil ditemani kopi panas. Atau teh. Atau... Pilih candumu sendiri.

Selain itu, kaver buku ini juga menarik banget. Belum pernah sih sebelumnya baca karyanya Maggie Tiojakin, makanya jadi penasaran. Dan ini bonus notesnya..


rahib racuuunnnn....


Pengen ikutan meme Wishful Wednesday yang keren ini? Ini caranya:
  1. Silakan follow blog Book To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Monday, July 8, 2013

Akhir Biografi Fiksi Sang Pengarang


Rantau 1 Muara


by. A. Fuadi
Paperback, 400 pages
Published May 27th 2013, Gramedia Pustaka Utama



Sebelumnya, aku mau ngucapin terima kasih kepada Mbak Yudith dari GPU yang sudah memberikan buku ini untuk direview, juga Mas Dion yang menjadi perantara antara diriku dan Mbak Yudith. Sejujurnya, aku agak gambling ketika memilih buku ini, karena aku tidak menyukai buku pertamanya dan belum membaca buku keduanya. Deg-deg kan dan bertanya-tanya bisakah aku menyelesaikan buku ini. Bukan menyukai tapi menyelesaikan, soalnya aku tidak mau berharap banyak. Dan hasilnya? Aku bukan hanya bisa menyelesaikan buku ini, namun juga sudah merencanakan untuk membaca ulang buku pertama dan kedua. Karena persepsiku terhadap trilogi Negeri 5 Menara ini sudah bergeser.

Banyak hal yang melintas di benakku ketika aku membaca buku ini. Yang pertama tentu saja buku-bukunya Andrea Hirata, lalu bukunya Iwan Setyawan, bukunya panji yang berjudul Nasional.Is.Me, sampai kisah seorang Doktor peneliti jenius yang sekarang menyambi bisnis pasir besi. Dan pertanyaan ini semakin menggelayut dalam pikiranku..

Apa sebenernya yang menjadi tujuan orang-orang yang belajar ke luar negeri?

Buku ini berkisah tentang Alif, seorang anak rantau dari Sumatera barat yang dalam buku ketiga ini dikatakan sudah  lulus Strata satu di salah satu perguruan tinggi di Bandung dan juga baru saja selesai dalam pertukaran pelajar di Kanada. Buku ini memang terinspirasi oleh kisah hidup dari sang pengarang sendiri.. sebuah biografi fiksi.

Setelah lulus dari Universitas Pajajaran, Alif dihadapkan pada kenyataan hidup yang sebenarnya. Di tengah ketidaktentuan kondisi di Tanah Air yang saat itu sedang mengalami masa-masa yang orang-orang bilang reformasi, Alif harus mencari kerja. Penghasilannya dari mengirimkan artikel-artikel di koran-koran lokal dan nasional harus terhenti karena pihak koran memutuskan berhemat dalam rangka krisis moneter dan tidak lagi memakai penulis freelance lagi seperti Alif.

Dari satu wawancara ke wawancara lain, dari satu surat penolakan ke surat penolakan lain (eh enak banget ya zaman dulu kalau ditolak dikasih surat, zaman sekarang mah mana ada pemberitahuan kalau ditolak). Ditambah lagi "persaingannya" dengan Randai kawannya yang dijadikan sebagai kompor semangat oleh Alif untuk terus maju.. Akhirnya Alif mendapatkan pekerjaan di salah satu majalah yang saat orde baru kena pembredelan oleh pemerintah. Majalah tersebut bernama DERAP.

Dari sini Alif mendapat banyak pengalaman. Dari mulai harus tidur di kantor karena mengerjakan deadline sampai mengejar narasumber seorang petinggi TNI di zaman orde baru yang disinyalir terkena pelanggaran HAM. Belum lagi godaan uang-uang berstatus subhat (belum jelas halal dan haramnya) yang bersliweran di sekitar para wartawan. Sungguh menggoda iman. Selain itu, Alif juga mendapat teman-teman baru. Ada Paus, Yensen, dan... Dinara. Seorang gadis berparas cantik, anak gaul Jakarta yang pintar dan berakhlak bagus. Benih-benih cinta pun saling bertaut di antara mereka, sampai permohonan beasiswa Fulbright Alif diterima dan harus meninggalkan Jakarta untuk melanjutkan kuliah di George Washington University. Keuletan dan konsistensinya membuahkan hasil. Satu persatu mimpinya terwujud. Satu lagi "mantra" yang selama ini digenggamnya telah memperlihatkan "sihir" nya.

Man saara ala darbi washala.. Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan.

Namun bagaimanakah kehidupan Alif di Amerika Serikat? Bagaimana kisah cintanya dengan Dinara? Dan apa yang terjadi dengan Alif ketika tragedi 11 September terjadi?

---

Satu lagi buku yang menjual mimpi. Diceritakan dengan sangat apik oleh Ahmad Fuadi selaku Author. Walau tanpa konflik yang menjadikannya klimaks, buku ini tetap enak untuk dinikmati. Selama menikmatinya pun aku tidak menemukan typo. Bahkan aku banyak menemukan kata-kata baku baru yang sebelumnya aku tidak tahu, seperti tergagau dan setentang. Umm.. mungkin saja ada typo tapi aku sungguh tidak terganggu karena terhanyut oleh jalan ceritanya. Terhanyut dengan perjuangan Alif dalam menggapai mimpinya, terhanyut dengan kisah romansa antara Alif dan Dinara yang khas anak pondok. Malu-malu gimana gitu. :D Sulit deh membayangkan kalau anak pondok tuh bisa jatuh cinta juga atau bisa juga ngegombal hahhaha :D

Balik ke menjual mimpi. Buku ini pastinya bukan buku pertama yang bercerita tentang sekolah atau kerja di luar negeri. Sebelumnya kita sudah akrab dengan buku-bukunya Andrea Hirata dan selanjutnya ada bukunya Iwan Setyawan. Menjual mimpi bukanlah sebuah hal yang buruk. Seorang dosen ku pernah berkata bahwa modal awal sukses adalah mimpi. Banyaknya buku-buku bertema seperti ini, seakan-akan membawa euforia mimpi untuk bersekolah di luar negeri. Namun sekali lagi, apakah tujuan orang-orang yang memutuskan berkuliah di luar negeri? jelekkah pendidikan di Indonesia? kurang bergengsi kah? Ataukah untuk medapatkan gelar seumpama M.Sc atau Ph.D? ataukah ada tujuan yang lain?. 

Kalau aku lihat, kebanyakan orang sekolah di luar adalah untuk mendapatkan gelar. Akhirnya ketika mereka pulang, mereka hanya bangga dengan gelar yang sudah menambah panjang namanya. Tidak melangkah ke tataran selanjutnya yaitu "apa yang akan aku lakukan ketika pulang ke tanah air?". Memang di sini perlu adanya sinergi antara pemerintah dan para alumnus universitas luar ini, agar kemampuan mereka bisa diberdayakan demi kemajuan tanah air. Para alumnus luar negeri inipun harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi juga kemampuan berinovasi, sehingga ketika mereka kembali, mereka dapat mencari celah di antara keterbatasan yang dimiliki negeri ini. 

Temanku pernah cerita, peneliti di LIPI yang gelarnya ngeri-ngeri (prof. Dr. M.Sc Ph.D DEA Dr. Eng dll silahkan teruskan sendiri) tidak bisa berbuat banyak mengembangkan aplikasi ilmunya. Malahan katanya, ada seorang Doktor peneliti jenius yang di bidang Magnetic Material Science, akhirnya malah nyambi bisnis pasir besi hehehe. Itulah mengapa aku katakan perlunya inovasi. Sayangkan kalau sudah sekolah susah-susah dan jauh-jauh tapi tidak terpakai?

Karena hal ini pula, aku selalu berkelakar jika sedang mengantar teman atau membantu teman menuliskan aplikasi beasiswanya dan mereka menanyakan mengapa aku tidak ikutan.. Aku selalu berkata..
Biarlah aku disini, menjaga gawang negeri ini. Membagi ilmu yang aku miliki kepada lingkungan sekitarku. Dan juga, biarlah aku di sini untuk menyiapkan negeri ini agar ketika kalian pulang dengan gelar Ph.D kalian, negeri ini sudah siap menampung ilmu yang kalian miliki.

Sounds revolusioner uh?