Sunday, June 30, 2013

Quis Custodiet Ipsos Custodes



DIGITAL FORTRESS

by. Dan Brown
600 pages
Published by Serambi Alam Semesta


Bagaimana rasanya jika percakapan-percakapan kita di surel diintip oleh negara? Mungkin banyak yang merasa hal itu tidak menjadi masalah, karena apa yang dibicarakan bukanlah perihal sesuatu yang bersifat kriminil. Namun banyak juga yang merasa hal tersebut melanggar privasi setiap individu. Membayangkan seorang petugas membaca percakapan-percakapan cabul kita sambil tersenyum-senyum tentulah bukan hal yang mengenakkan bukan?

Adalah NSA atau National Security Agency, sebuah lembaga persandian negara yang didirikan oleh Presiden Truman pada tahun 1952. Sebelumnya NSA bergabung dengan pihak kemiliteran dengan nama Armed Forces Security Agency atau AFSA.

Kalau di Indonesia, tugas NSA bisa dibilang sama dengan Lembaga Sandi Negara. Mereka memiliki tugas untuk menguraikan semua sandi yang dikirimkan dari transaksi-transaksi yang mencurigakan di Amerika Serikat. Bisa jadi rencana pengeboman atau transaksi narkoba. Pokoknya apa saja yang dianggap mengancam keamanan negara. Dan sandinya bukan sekedar apel malang atau apel washington loh  tapi jauh lebih rumit dari itu.

Dan orang-orang yang bertugas untuk memecahkan sandi-sandi tersebut dinamakan kriptografer. Susan Fletcher adalah salah satunya. Wanita cantik dengan IQ 170 ini adalah satu-satunya kriptografer wanita di NSA. Ia bekerja sebagai kepala bagian kriptografi. Susan adalah seorang wanita yang tangguh, cerdas, dan mempesona. Meski sudah mempunyai tunangan, yakni David Brecker, masih saja banyak pria yang menyukainya dan menggodanya termasuk rekan-rekan kerjanya. Akan tetapi cinta Susan hanya terpaut pada David, seorang profesor bahasa di sebuah universitas. Tak ada satupun sandi yang bisa luput dari NSA. Seluruh komunikasi Amerika Serikat berada dalam kendali NSA. Sistem yang mereka ciptakan, membuat setiap sandi-sandi yang kemungkinan berbahaya langsung diteruskan kepada TRANSLTR untuk dipecahkan.

Namun Sabtu ini NSA sedang mengalami masalah..

TRANSLTR mesin pemecah sandi milik NSA yang dalam waktu normal bisa menguraikan sandi dalam waktu kurang lebih hanya enam menit saja, kini tidak berdaya setelah berusaha selama lebih dari 15 jam! Trevor Strathmore, wakil direktur NSA, 15 jam yang lalu memasukkan sebuah sandi yang diciptakan oleh Ensei Tankado untuk dipecahkan oleh TRANSLTR. Ensei Tankado sendiri adalah seorang kriptografer jenius yang dahulu pernah bekerja untuk NSA. Ketidaksetujuannya akan pengawasan (baca : penyadapan) kepada semua jalur komunikasi rakyat Amerika Serikat via internet oleh NSA -yang menurutnya telah melanggar ranah privasi setiap individu- membuatnya dikeluarkan dari NSA. Dan kode sandi yang sedang berusaha dipecahkan oleh TRANSLTR saat ini adalah upaya Tankado untuk menantang Trevor Strathmore.

Quis Custodiet Ipsos Custodes.. Siapakah yang akan mengawasi sang pengawas..? adalah aku Ensei Tankado
Beri tahu kepada seluruh rakyat Amerika Serikat kalau kalian memiliki TRANSLTR, atau software enkripsi buatanku ini akan ku sebar dan NSA tidak akan bisa melakukan penyadapan lagi!

Uuh.. ancaman yang sudah dibuktikannya. Benteng digital, begitulah Tankado memberikan julukan kepada software enkripsi yang kini sedang diuji oleh Strathmore. Sebuah software yang membuat teks berotasi dan menyandikannya kepada dirinya sendiri. Teori Biggleman's Safe. Strathmore sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Satu-satunya cara untuk membongkar benteng digital adalah dengan memiliki kode algoritma yang dimiliki oleh dua orang yaitu Ensei Tankado sendiri dan rekannya yang diberi julukan North Dakota. Dan Susan Fletcher ditugaskan untuk mencari tahu siapakah North Dakota tersebut, sedangkan David Becker tunangannya, dimintai tolong oleh Strathmore untuk membawa pulang barang-barang Ensei Tankado yang ternyata telah tewas di Spanyol.

Tewas.. dibunuh..

Berhasilkah Strathmore menaklukkan benteng digital? Siapakah North Dakota? dan Apakah David Becker bisa kembali ke pelukan Susan Fletcher dalam keadaan hidup?

---

Karya pertama Dan Brown! Tapi justru buku terakhir yang aku baca. Digital Fortress adalah sebuah thriller teknologi yang menggelisahkan dan mengguncang emosi. Seperti halnya buku-buku Dan Brown yang lain, Digital Fortress pun bertempo cepat. Setiap babnya diakhiri oleh twist yang membuat setiap pembaca tidak akan pernah menaruh buku ini sebelum selesai.

Memang sih buku ini tuh tidak mengambil tema konspirasi seperti buku-bukunya yang lain, jadi mungkin agak kurang menarik bagi sebagian besar orang, yang kalau diliat dari rating di goodreads sungguh rata-rata sekali.. Tapi membuat sebuah cerita dengan setting yang jelas -dalam hal ini teknologi informatika adalah suatu hal yang jelas- dan bukan sebuah teori yang masih mengawang-awang layaknya teori konspirasi itu jauh lebih susah. Karena dibutuhkan suatu ilmu yang mumpuni untuk bisa menjelaskan kepada para pembaca mengenai dasar teknologi yang dipakai tanpa terjadi pertentangan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Istilahku sih, ceritanya terlogika dengan benar.

Bagaimana Dan Brown menjelaskan sejarah penyandian yang dimulai dari jamannya Julius Caesar, mesin enigma NAZI, sampai cara kerja NSA sendiri dalam buku ini benar-benar illuminatus alias mencerahkan.  Seperti contohnya adalah metode penyandian Caesar dengan kepangkatan sempurna. Caesar selalu menulis sandi dengan jumlah abjad yang merupakan pemangkatan sempurna, 16, 25, 36, atau 64. Kemudian huruf-huruf itu harus disusun membentuk bujur sangkar agar bisa dibaca. contohnya seperti ini..

SIACEEUDHNRMIAGARNLEPEGLS

Huruf-huruf di atas jika dibaca sekilas mungkin tidak akan berarti apa-apa.. tapi coba kita pecahkan dengan pemangkatan sempurna Caesar. Karena jumlah huruf dalam kata di atas adalah 25 huruf, maka kita harus membuat bujur sangkar 5x5 dan masukkanlah huruf-huruf di atas.


S I A C E
E U D H N
R M I A G
A R N L E
P E G L S


Apakah sudah bisa dibaca sekarang? kalau belum, coba baca dengan cara menurun dimulai dari kolom pertama.  dan itu bukan sihir.. hehehe. Selain metode pemangkatan sempurna Caesar, ada banyak pola-pola lain untuk menulis sandi.

Oh iya, NSA itu benar-benar ada loh di Amerika Serikat. Makanya buku-bukunya Dan Brown tuh bisa membuat bias fiksi dan realita karena setting tempatnya selalu beneran ada. Baik itu NSA ataupun biara-biara sampai lembaga penelitian seperti CERN di buku-bukunya yang lain.

Kecakapan Dan Brown yang berhasil menggambarkan area abu-abu antara kebebasan personal dan keamanan nasional dalam buku ini juga sungguh mengagumkan. Endingnya pun sangat Dan Brown sekali. Jika yang sudah akrab dengan buku-bukunya Dan Brown, pastilah bisa menarik kesimpulan bahwa plot utama dari cerita-cerita Dan Brown memiliki kesamaan. Dengan tempo cepat dan penjahat yang umm.. tidak disangka-sangka. Kesamaan lain dari buku ini dengan buku-bukunya yang lain adalah jika di buku lain ada Robert Langdon, maka di buku ini ada David Becker sang professor bahasa. Walau David Becker bukan tokoh utama seperti Langdon, namun perannya di buku ini sangat vital sekali, layaknya tokoh-tokoh wanita yang menemani aksi-aksi Robert Langdon.

Ada satu poin plus dari buku ini dibandingkan buku-buku Dan Brown yang lain, yaitu unsur cintanya. Kalau di buku-bukunya yang lain kan, cinta itu hanya menjadi pemanis cerita saja. Tapi kalau di buku ini tidak. Bagaimana sebuah cinta terpendam yang akhirnya menjadi titik awal sebuah tragedi membuat buku ini terasa menegangkan di satu sisi dan perih di sisi yang lain. Cinta terpendam ini pula yang membuat aku tidak bisa membenci penjahatnya secara utuh. Tega sekali Dan Brown, sudah membuat bias fakta dan fiksi, juga membuat bias perasaanku pada si penjahat #eh

Ratenya? 4/5

Satu bintang hilang dari buku ini karena terlalu banyaknya kebetulan-kebetulan yang terjadi dalam upaya David Becker mencari barang peninggalan Ensei Tankado yang hilang dan juga kesalahan penulisan algoritma menjadi alogaritma yang berulang-ulang sepanjang buku ini. Entah memang tidak sengaja atau penulis dan editornya tidak tahu ya?

Terlepas dari kekurangan itu, buku ini telah menjelma menjadi sebuah buku thriller teknologi terbaik dan paling realistis yang pernah aku baca. Sebuah kode pamungkas yang kuat, berbahaya, dan tidak terpecahkan mungkinkah untuk dibuat?

2 comments:

  1. aku suka banget sama buku ini loh,,,mungkin karna dulu baca pas kuliah dan jurusan IT yang lagi mempelajari kriptografi (enkripsi dan dekripsi), so seneng bgt dapat buku kayak begini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bukunya dan brown racun.. eh jadi essy bisa kerja jadi kriptografer donk ya?

      Delete