Wednesday, June 19, 2013

Mahogany Hills

Mahogany Hills
by. Tia Widiana



Mass Market Paperback344 pages
Published May 23rd 2013 by Gramedia Pustaka Utama


Buku bergenre Amore pertama yang kubaca, dan layak mendapatkan 4.5 bintang.

Sebelumnya, aku agak-agak skeptis dengan genre baru GPU ini. Cerita cinta yang seperti apa sih yang mau ditampilkan GPU ketika membuat genre ini? Apalagi ketika mereka mengadakan lomba penulisan untuk masuk di genre ini. Jujur ya, aku tidak pernah berharap dapat membaca buku romance yang bagus dari genre amore. Kubayangkan ceritanya akan seputar percintaan yang menye-menye dengan setting luar negri yang sekarang lagi mewabah di dunia perbukuan Indonesia. Apalagi buku-buku dengan setting tempat Korea Selatan, hadewwwwh... sudah overdosis.


Bukan bermaksud Chauvinist atau apalah, tapi kurang indah apalagi sih negri ini untuk sekedar dijadikan setting cerita? lihat deh pengarang-pengarang seperti Okky Madasari, Ratih Kumala, Ayu Utami.. mereka yakin sekali mengambil setting tempat di Indonesia. Dan novel mereka? Bagus!! walau saya tetap menyerah membaca karya-karyanya ayu utami

Pertama kali tahu novel ini dari perbincangan antara @tiawidia dan @fiksimetropop. Klo @fiksimetropop aku taulah dia akun nya mas Ijul yang ngomongin masalah metropop2an, nah @tiawidia ini siapa? Kaget waktu dia follow aku, tapi pas dilihat-lihat sepertinya Tia ini antara anak Goodreads Indonesia atau Blogger Buku Indonesia. Dan ternyata dia ngeluarin buku loh. Sampai sini, aku masih tidak tahu kalau Tia adalah juara pertama kontes menulis Amore yang beberapa waktu lalu diadain oleh Gramedia. Niat aku membeli buku ini, karena aku selalu penasaran dengan tulisan orang-orang yang aku kenal walau kenalnya baru sebatas dunia maya. Jadilah aku ke toko buku dan beli Mahogany Hills ini.

Pas liat cover bukunya.. jreng.. jreng.. ada tulisan di pojok kiri atas kalau ini adalah pemenang lomba penulisan Amore. Waah selamat ya Tia.. hehehe.. Buku ini lumayan tebal dengan desain sampul yang cantik. latar tempatnya? paris? baverly hills? bukaann.. tapi kaki gunung halimun. 

Bercerita tentang dua orang manusia yang bernama Jagad dan paras yang harus menikah karena perjodohan. Yup, Jagad dan Paras. Bukan roy, Richard, Bianca atau nama-nama bule lainnya.  Okey tema perjodohan ini emang klasik banget ya, tapi perjodohannya versi Tia ini berbeda loh.. Biasanya kan kalau ada acara perjodohan itu yang ngebet itu cowoknya, sedangkan ceweknya merasa tersiksa.. liat aja Siti Nurbaya. Atau dua-duanya sama-sama merasa tersiksa. tapi cerita di buku ini enggak. :D

Paras lah yang mengusulkan perjodohan ini. Seorang wanita cantik lulusan master luar negri, memutuskan untuk mengajukan perjodohan ini. Laki-laki yang dipilih pun bukannya yang wow gimana gitu, dari segi pendidikan jelaslah kalau Jagad masih dibawah Paras, lalu kekayaan? Orang tua Paras sama kayanya dengan orang tua Jagad, jadi faktor ini bukanlah alasan Paras mengajukan perjodohan ini. Terus kenapa?? Nah ini yang harus dibaca sendiri.. hehehhe..

Semua masalah yang ada di perjodohan dituangkan disini. Dari mulai yang belum saling mencintai, lalu witing tresno jalaran soko kulino sampe datengnya orang dari masa lalu. Semua dituangkan oleh Tia dengan sangat rapi sekali dalam buku ini. Bagaimana Tia dengan sabarnya mengajak pembaca menikmati naiknya tempo di bukunya dengan perlahan-lahan sehingga menghasilkan efek yang bikin aku penasaran dan sulit meletakkan buku ini sebelum selesai (tanggung jawab loh kamu Tia, di tengah-tengah rapat aku masih curi-curi baca buku ini :p).

Rasanya ingin sekali ngucapin terima kasih ke Tia karena udah buat cerita romance yang sederhana tapi indah.  Senang rasanya membaca buku romance yang ceritanya sederhana seperti ini, tapi terasa sampai ke hati aku yang sudah membacanya.

Suka sekali dengan cara berceritanya, tutur bahasanya yang tidak campur aduk bahasa Inggris dan Indonesia, tidak pula bahasa gaul yang slengean tapi tidak terkesan kaku. Top banget deh.. Rasa-rasanya ingin nyuruh Ika Natassa buat belajar sama Tia pada sisi ini.

Emang sih temanya agak sinetron pas tau ada adegan amnesianya segala :p tapi terbalas lah dengan betapa manisnya hubungan Jagad dan Paras saat Paras amnesia.

Nama-nama tokohnya juga Indonesia sekali. Begitu pula dengan Setting tempatnya. Rasanya, di tengah banyaknya novel yang dikarang pengarang Indonesia tapi sok bersetting luar, buku ini tuh seperti seteguk air dingin saat aku udah mau mampus dehidrasi hahaha lebay ya? 

Aku serius sudah memasukkanmu dalam pengarang favoritku semenjak membaca buku ini loh...

Kapan bikin novel lagi? :p

2 comments:

  1. haduh, ini wanita duluan yang mengajukan perjodohan? jadi tertarik.
    *selalu suka kalo tokoh wanita yang mengajukan duluan *inspiratif #lho

    worth to buy juga ya kayaknya? *catet*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pria keren emang pantas untuk diperjuangkan :D

      Delete