Sunday, June 2, 2013

9 dari Nadira

    

 9 dari Nadira

by. Leila S. Chudori
270 halaman
Kepustakaan Populer Gramedia


Sembilan cerita pendek dalam satu buah buku. Entahlah apakah karya Yu Leila yang satu ini layak dikategorikan sebagai kumcer atau tidak, karena kesembilan ceritanya saling berkaitan satu sama lain. Bermain dengan setting waktu dan POV, semuanya bercerita tentang satu titik yaitu.. Nadira.

Mencari Seikat Seruni
Nina dan Nadira
Melukis Langit
Tasbih
Ciuman Terpanjang
Kirana
Sebilah Pisau
Utara Bayu
At Pedder Bay

Sembilan judul di atas dimaksudkan oleh Tante Leila sebagai sembilan judul cerita-cerita pendeknya dalam buku ini, namun lagi-lagi karena kesembilannya hanya bercerita tentang satu objek, aku malah merasa kalau kesembilan judul itu sebagai judul bab dari sebuah Novel yang berjudul 9 dari Nadira.

Buku ini dimulai dari peristiwa tragis di rumah keluarga Nadira. Ibunya memutuskan bunuh diri. Meminum banyak pil tidur. Tergeletak di lantai dalam kondisi yang sudah membiru. Wajah yang membiru, bibir yang biru keunguan yang mengeluarkan busa putih. Seorang wanita yang bunuh diri bukan karena tidak bahagia namun karena hari itulah menurutnya waktu yang tepat untuk mati. (hal. 3)

Sumpah itu alasan teraneh yang aku pernah baca perihal alasan orang yang bunuh diri. Mungkin Tante leila ini anti mainstream sekali kalik yah ampe bikin alasan yang absurd seperti itu. Seolah-olah tugasnya di dunia sudah selesai, maka dicabut atau tidaknya nyawanya.. hari ini sang ibu harus mati. Bahkan aku sampai penasaran dengan alasan yang sebenernya mengapa ibunya Nadira ini memutuskan bunuh diri, yang sayangnya sama sekali tidak pernah diungkit sampai aku menutup buku ini. 

Sang ibu yang menyukai bunga Seruni, meminta kalau suatu saat dia mati makamnya ditaburi oleh seruni, bukan melati. Dan dalam Mencari Seikat Seruni inilah diceritakan bagaimana perjuangan Nadira yang dibantu oleh bosnya di kantor, berusaha memenuhi permintaan ibunya itu.

Cerita kedua berkisah tentang masa kecil Nina dan Nadira. Nadira adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Yang tertua adalah Nina, lalu Arya dan kemudian baru Nadira. Dalam cerita kedua yang berjudul Nina dan Nadira diceritakan bagaimana seorang Nina sedang menghukum Nadira dengan memasukkan kepalanya ke dalam jamban yang berisi air seni berulang kali hanya karena adiknya dikira mencuri. Nadira memiliki uang yang cukup banyak, dan Nina berfikir tak mungkin adiknya bisa memiliki uang tersebut tanpa mencuri. Satu yang menjadi tanda tanya besar buat aku ketika membaca cerita ini, bagaimana mungkin orang tua mereka bisa membiarkan hal ini terjadi sama Nadira? Kewajiban menghukum tidak ada pada Nina, dan hukuman itu sudah sangat keterlaluan sampai-sampai menimbulkan kebiasaan dalam alam bawah sadar Nadira. Lalu ketika tuduhan tersebut ternyata salah, mengapa ayah dan ibunya tidak memaksa Nina untuk meminta maaf pada Nadira?? Sumpaah aku gak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Tante Leila saat menulis cerita ini. Cerita ini kejam sekali menurut ku.

Melukis langit. Cerita ketiga ini berkisah tentang keseharian ayahnya, keseharian Nadira yang sama-sama berprofesi sebagai wartawan. Tentu saja ayahnya sudah pensiun. Namun jiwanya sebagai wartawan politik tidak pernah hilang. Hal inilah yang menyebabkan nadira sedikit khawatir dengan kondisi ayahnya. Nadira paham, ayahnya belum siap pensiun dari dunia Jurnalistik.

Cerita keempat berkisah tentang Tasbih. Tepatnya tasbih yang pernah diberikan oleh ayah dari ayahnya Nadira alias kakeknya kepada Ibunya saat pertama kali ibunya masuk ke dalam lingkungan keluarga ayahnya. Setelah kematian ibunya, sikap Nadira menjadi berubah. Ia sepertinya masih belum bisa menerima kematian ibunya yang tak wajar tersebut, Ditambah dengan alasan ibunya bunuh diri yang sampai saat ini belum terungkap. Nadira melampiaskan kegelisahannya dalam pekerjaan. Bahkan kolong meja kerjanya sekarang adalah kamar Nadira. Dengan mulut  yang seringkali berkomat kamit dalam tidurnya, disanalah Nadia tidur sekarang. Atasannya, Utara Bayu yang sudah lama menyimpan perasaan kepadanya diam-diam memperhatikan perubahan ini. Dari cerita yang diceritakan oleh Ayah Nadira, akhirnya Utara Bayu tahu bahwa komat kamitnya Nadira kemungkinan adalah dzikir yang selalu dilantunkan ibunya dengan menggunakan tasbih yg diberikan oleh kakeknya itu. Maka Utara pun berusaha mencari tasbih itu. Dia berfikir, tasbih itu akan memberikan ketenangan kepada Nadira. Tapi sayangnya....

Dan di cerita-cerita selanjutnya diceritakan bagaimana akhirnya Nadira berhenti dari kebiasaannya tidur di kolong meja dan membenamkan dirinya dalam pekerjaan. Karena Nadira jatuh cinta. Lalu diceritakan pula bagaimana kehidupan rumah tangga Nadira. bagaimana nasib Utara Bayu dengan Nadira, juga pergulatan batin Nina kakaknya akibat dosa masa lalunya terhadap Nadira dan tentang Arya.

Secara keseluruhan kesembilan cerita ini gelap sekali. Seperti gak ada aroma kebahagiaan bahkan ketika Nadira jatuh cinta. pergantiaan POV yang begitu mendadak lalu main loncat-loncat setting waktunya membuatku kesulitan dalam menelaah isi buku ini.

Dari dua buku yang sudah kubaca dari seorang Leila S. Chudori, terlihat sekali kalau beliau suka dengan nama Utara dan gaya woman on top. hahhahaha.. Mungkin Tante leila tidak tahu kali ya kalau Doggy Style itu jauh lebih nikmat :p #upps tapi yang aku heran dari beliau adalah bagaimana dua novelnya begitu bebasnya bercerita tentang sex di luar pernikahan. Umur beliau itu lebih tua dari umur mamaku, seorang Indonesia pula yang seharusnya masih membawa kultur Indonesia yang tabu akan sex pada zaman itu walau lama tinggal di luar. Tapi terlihat tidak seperti itu di kedua bukunya. Beda sekali deh dengan buku-bukunya Maria A. Sardjono. Apakah bisa disimpulkan bahwa hal itulah pandangan seorang Leila S. Chudori tentang sex di luar pernikahan? Maybe..


5 comments:

  1. wakakaka review berbau vulgar nih, aku sukaaaaaaa banget sama Utara Bayu, sama sukanya dengan Segara Alam :))

    ReplyDelete
  2. tapi kan doggy style pegel tangannya, lun. Apalagi kalo sedang CTS kayak skr #deritagwitusih :))

    Btw ini blog barumu? sudah dilapor ke akun membershipkah? aku liat di aggregator yg ada cuma blog lamamu

    ReplyDelete
  3. Ternyata udah dilaporin ya, lun. Kami yg kelewatan lapor ke div. web. Maafkaann X(

    ReplyDelete
  4. @sulis.. kenapa suka ama utara bayu? namanya? disini kan dia biasa2 aja gitu.. segara alam juga loh menurutku, ga ada yg menonjol diceritanya. menurutku sih :p

    @mbak dewi.. hahah iya mbak, aku malah gak engeh ini belum masuk ke aggregator :D. Tangannya kan bisa ditari ke belakang ama pasangannya mbak.. wuahahhaha jadi vulgar

    ReplyDelete
  5. hy, salam kenal.. aku juga lumayan suka dengan buku Mba Leila ini. tapi yang membuat aku liat lebih jauh blog kamu karena dalam foto di atas saya melihat ada buku Gadis Kretek karya RK dan buku-buku Pram.

    *alasan yang masuk akal gak ya ? :p

    ReplyDelete