Saturday, May 18, 2013

Rokok Tjap Gadis Kretek

Soeraja sekarat. Bibirnya berulang kali menyebut nama Jeng Yah dan bukan Purwanti nama istrinya. Siapakah Jeng Yah yang ternyata memiliki julukan gadis kretek ini? Apa hubungannya dengan Soeraja? Dan ada hajat apa hingga Soeraja terus menerus menyebut namanya dalam sekaratnya?

Buku ini dimulai dengan sudut pandang seorang Lebas. Anak bontot dari keluarga Soeraja yang tengah mengunjungi ayahnya yang sedang sekarat. Bersama Tegar dan Karim, Lebas pun penasaran dengan Jeng Yah. Wanita yang namanya terus saja digumamkan ayahnya dalam ketidaksadarannya.

Ibunya ternyata cemburu berat ketika tahu suaminya masih saja menyebut nama Jeng Yah. Dia bahkan berharap suaminya mati saat itu... Reaksi dari ibunya ini semakin membuat Tegar, Karim dan Lebas berfikir kalau Jeng Yah adalah masa lalu sang ayah. Untuk memenuhi permintaan terakhir sang ayah yang nampaknya ingin bertemu Jeng Yah, berangkatlah ketiga anaknya tersebut menelusurinya...

Lalu cerita mundur kebelakang.. menceritakan kisah hidup Idroes Moeria, Soedjagad dan Roemaisa. Disini kita akan mendapati persaingan antara Sodjagat dan Idroes dalam meminang Roemaisa anak gadis sang juru tulis hingga persaingan bisnis mereka.

Dua model POV dan dua setting waktu dalam novel ini membuat penasaran siapapun yang membaca buku ini. Siapakah Jeng Yah, lalu apa hubungannya dengan Idroes Moeria? Semua fakta yang diungkap sedikit demi sedikit oleh Ratih Kumala membuat aku enggan untuk menutup buku ini karena dikejar rasa penasaran.

Ratih Kumala dalam buku ini sepertinya hendak menceritakan tentang kekuatan seorang perempuan atas hal yang selama ini dikuasai oleh laki-laki. Yaitu, kretek. Dimulai dengan perjuangan Roemaisa saat membangkitkan industri kretek yang awalnya dibangun oleh suaminya namun kemudian mati suri karena sang suami tertangkap Jepang untuk ikut program romusha di Soerabaia. Lalu kemudian diikuti dengan anaknya Jeng Yah dalam meneruskan usaha tersebut dan menciptakan saus yang enak untuk kreteknya.

dan endingnya? :))

sungguh di luar dugaan.. serius deh, aku tertawa saat membaca fakta yang terungkap di akhir buku ini. Dan satu lagi anekdot yang kupikir pas untuk cerita ini :D bahwa Wanita pun bisa jatuh karena laki-laki. Posisi penghancur dan pengkhianat dalam buku ini adalah laki-laki :D.  Luka di dahi Soeraja itulah buktinya :))

Gadis Kretek
By. Ratih Kumala
274 hlm. Gramedia Pustaka Utama
Rate 3/5

No comments:

Post a Comment