Monday, May 27, 2013

Departemen mistery, Harry Potter and You Know Who



Harry Potter dan Orde Phoenix
By. Jk Rowling
1200 halaman
Gramedia Pustaka Utama
5/5



Harry di tahun kelimanya. Setelah peristiwa yang mencengangkan dirinya di turnamen triwizard pada tahun keempat -dimana akhirnya you know who dapat bangkit kembali- Harry sedikit cemas akan kehebohan yang akan terjadi di dunia sihir. Berhari-hari dia berharap-harap cemas akan berita yang akan ditampilkan oleh daily prophet dan stasiun-stasiun berita muggle. Berhari-hari pula dia harus bersembunyi di semak-semak di halaman rumah paman dan bibinya demi bisa melihat berita yang sedang ditayangkan, eh tapi kok gak ada berita aneh yah?

Tak hanya itu, daily prophet pun tidak menunjukkan kehebohan setelah kenyataan bahwa you know who telah bangkit. Dan hal ini membuat dirinya merasa heran dan aneh. Belum lagi surat-surat dari kedua sahabatnya Ron dan Hermione yang seakan-akan menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Harry kini merasa sedikit frustasi dan kesepian. Sampai suatu ketika dua orang dementor menyerangnya dan duddley saat mereka sedang berkelahi di sekitar area perumahan bibinya. Dari situlah terungkap bahwa salah satu tetangganya adalah squib dan selama ini Harry ternyata diawasi bergantian. Diawasi tapi tak ada yang mau memberitahunya apa yang sedang terjadi di dunia sihir sana. Tiba-tiba Harry merasa sangat marah.
Hingga akhirnya Harry dijemput kembali oleh beberapa penyihir yang ternyata tidak membawanya ke The Burrow seperti biasanya, namun membawa dia ke.. Grimmauld Place no. 12


Rumah keluarga Sirius. Markas dari Orde Phoenix. Suatu perkumpulan rahasia yang diketuai oleh Albus Dumbledore yang bertujuan untuk mencegah you know who kembali berkuasa. Disitu telah berkumpul keluarga weasley dan Hermione. Selain itu ada anggota Orde yang lain seperti Lupin, Tonks, dan Moody dan tentu saja Sirius.

Buku setebal 1200 halaman ini sebenarnya bercerita banyak sekali, susah kalau mesti diceritakan satu-satu. Tapi intinya, Harry, Ron dan Hermione memasuki tahun OWL di Hogwarts. OWL itu seperti ujian nasional kalik yah kalau di sini mah. Kemudian penunjukkan Ron -dan bukan Harry- sebagai prefek Gryffindor bersama Hermione mengejutkan semua pihak. Tak hanya orang-orang disekeliling Harry tapi juga Harry sendiri.

Selain itu, di buku ini pula.. Harry dan Orde Phoenix tidak hanya berhadapan dengan pihak you know who saja tapi juga pihak kementrian. Loh ada apa dengan kementrian sihir? Oh yeah, pihak kementrian ternyata menyangkal klo you know who telah kembali. Mereka sepertinya tidak bisa menerima kalau kehidupan mereka yang hampir selama 15 tahun ini aman tentram damai sentosa harus kembali memasuki masa-masa kelam. Fudge sebagai mentri sihir menganggap Harry sudah tidak waras, dan berita tentang bangkitnya you know who adalah upaya Dumbledore untuk merebut posisinya sebagai mentri sihir. Karena itulah dia memutuskan untuk mengintervensi Hogwarts dengan memasukkan si kodok Umbridge sebagai guru pertahanan terhadap ilmu hitam, lalu menjadi inkuisitor agung dan akhirnya menjadi Kepala Sekolah Hogwarts. Lah Dumbledore? Baca sendiri :p

Selain itu mimpi yang dialami Harry hampir setiap malam. Dimana dia bermimpi menyusuri suatu lorong yang pada akhirnya diketahui klo itu adalah lorong di departemen misteri yang terletak di kementrian sihir. Ada apa di departemen misteri tersebut yang ternyata sangat diinginkan oleh you know who? Lagi-lagi baca sendiri ya.. dari sini mulai kelihatan kejeniusan Rowling dalam meramu cerita di serial ini. Peristiwa si departemen misteri ini pula yang juga menunjukkan kalau Neville Longbottom layak masuk Gryffindor.
Selain banyaknya kisah yang diceritakan dalam buku ini dan juga kematian salah seorang tokoh yang sangat disayangi Harry -yang amat malas aku bahas disini-, hal yang paling aku sukai adalah munculnya seorang tokoh bernama Luna Lovegood. Teman seangkatan Ginny Weasley dari asrama Ravenclaw. Karakter favoritku.

Seorang gadis nyentrik berambut pirang, kotor, terjurai sampai ke pinggang dengan alis pucat dan mata menonjol, yang mengesankannya sebagai gadis kurang waras. Apakah yang menarik dalam diri Luna selain penampilannya yang eksentrik? Dia adalah anak seorang penyihir yang menjadi editor majalah The Quibbler. Ibunya meninggal ketika ia berumur sembilan tahun karena mantra eksperimen yang keliru. Luna Lovegood adalah siswa yang menghibur Harry saat Harry dikejutkan oleh keberadaan makhluk Threstal. Harry dapat melihat makhluk-makhluk aneh itu, sementara Ron Weasley, sahabatnya, tidak dapat melihat mereka.

“Aku sudah bisa melihat mereka sejak hari pertamaku di sini. Mereka selalu menarik kereta-kereta itu. Jangan khawatir. Kau sama warasnya seperti aku,” (hlm. 282) kata Luna.

Threstal adalah makhluk tidak kasat mata yang menarik kereta-kereta menuju kastil sekolah Hogwarts. Mereka yang pernah melihat kematianlah yang bisa melihat wujud makhluk-makhluk itu (hlm. 618).
J.K. Rowling memang menampilkan sosok Luna sebagai seorang gadis dengan cara berpikir yang berbeda dari kawan-kawan sebayanya. Dalam buku kelima dari seri novel-novel Harry Potter terakhir, J.K. Rowling memang mulai memunculkan tema cerita yang berat, dan mungkin juga kelam. Salah satunya adalah mengenai kematian dan kehilangan orang-orang yang tercinta. Lewat sosok Luna, Rowling ingin berbagi beberapa pandangannya.

Luna Lovegood masih kecil ketika ibunya meninggal. Namun gadis yang mulai beranjak belasan tahun ini kini tumbuh dengan perspektif baru. Luna memang sedih kehilangan ibunya, tetapi ia juga percaya bahwa kelak dia akan bertemu kembali (hlm. 1191).

“Ya, kami terpukul sekali waktu itu,” kata Luna. “Aku masih merasa sangat sedih memikirkannya, kadang-kadang. Tapi aku masih punya Dad. Lagi pula, aku toh masih akan ketemu Mum lagi, kan?”

“Eh—memangnya bisa?” tanya Harry bimbang.

Luna menggeleng tak percaya. “Oh, masa kau tak tahu. Kau mendengar mereka, di balik selubung, kan?”

“Maksudmu…”

“Di ruang dengan atap lengkung itu. Mereka bersembunyi sehingga tak bisa dilihat, hanya itu. Kau mendengar mereka.”
***

1 comment:

  1. Iya aku kagum sama Neville di buku ini, dia bener-bener layak masuk gryffindor dan kehadiran luna seperti selipan pemikiran JKR yang pngen disampaikan ke semua pembaca ya mengenai hal2 yang bahkan oleh Harry sendiri tidak terpikirkan. Duhhh buku ini awal kesedihan bermula :(

    ReplyDelete