Friday, May 31, 2013

Just wanna go a-travellin' through the pastures of the sky

Breakfast at Tiffany's
By. Truman Capote
164 halaman
Cetakan kedua, Maret 2009
Penerbit Serambi

Sulit rasanya membicarakan buku ini tanpa membicarakan filmnya. Karena filmnya lah yang melegenda. Setidaknya itu menurutku, karena aku pun baru tahu ada judul film ini setelah nonton serial Gossip Girl, dimana Blair Waldorf salah satu tokoh di serial itu sangat menyukai film ini, dari situlah aku mulai mengenal sebuah kalimat..

Breakfast at Tiffany's

Kemudian aktivitasku di sebuah perkumpulan buku, memberikan pengetahuan baru kalau film ini diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama.

Holly Golightly, seorang gadis berusia 19 tahun yang menjadi pelacur kelas atas. Cantik dan mempesona banyak pria, namun juga ceroboh dan serampangan. Sebuah kontradiksi yang membuat Holly semakin istimewa. Sifatnya yang cuek mungkin malah membuat pria-pria yang selama ini di dekatnya menjadi semakin gemas dan penasaran.

Hidup ketika dunia sedang dilanda perang, Holly yang bernama asli Lulamae harus kehilangan kedua orang tuanya. Hingga akhirnya dia dan kakaknya Fred lari dari rumah walinya dan tertangkap tangan sedang mencuri telur dan susu di gudang keluarga Doc Golightly. Setelah itu, Lulamae dan kakaknya Fred berada dalam pengasuhan Doc, hingga pada suatu hari Doc jatuh cinta dan melamarnya. Saat itu Lulamae baru berumur 14 tahun! Aku kurang tahu sih, apakah di Amerika pada tahun segitu pernikahan di bawah umur masih dianggap wajar atau tidak. Tapi yang pastinya, Lulamae tetaplah seorang gadis remaja.. yang jiwanya selalu penasaran dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

Dia sering pergi jauh dari rumahnya.. 1 km.. 2 km.. 5 km.. hingga akhirnya dia pergi dari rumah suaminya, dan mengubah namanya menjadi.. Holly.

Holly Golightly, begitu sekarang dia dikenal. Tinggal di sebuah apartment berbata coklat di New York. Kota ini telah memikat Holly dengan segala gemerlapnya, dan dengan segera sebuah tempat telah menjadi favoritnya. Tiffany & Co. Sebuah toko perhiasan kelas atas.

Buku ini diceritakan dari sudut pandang "Aku". Seorang penulis lepas -yang tidak diketahui namanya-, tetangga apartmentnya yang diam-diam juga menjadi pengagumnya. Diceritakan dengan model yang lurus-lurus aja. Dalam artian, si penulisnya Truman Capote seperti sedang menyerocos tanpa henti. Gaya penulisan yang terkadang membuatku keblinger juga. Karena harus hati-hati dalam membaca untuk mengetahui scene tempat atau waktu dalam cerita yang kubaca telah berubah.

Terus terang saja, aku tidak suka dengan sudut pandang "Aku" yang digunakan oleh Capote. Karena aku lebih tertarik mengetahui isi perasaan Holly dibandingkan dengan perasaan seorang pengagumnya. Menikah di usia yang sangat muda, lalu hidup sebagai pelacur atas keinginannya sendiri, aku ingin sekali membaca apa yang dirasakannya terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidupnya. Yah mungkin karena penulisnya seorang pria kalik, makanya model ceritanya jadi begini.

Aku belum nonton utuh filmnya, tapi tadi sempat mengintip opening scene dimana Audrey Hepburn yang memerankan Holly sedang melakukan "ritual suci" nya yaitu sarapan di depan etalase Tiffany & Co yang belum buka sambil memandang perhiasan-perhiasan dari jendelanya. Sebuah ritual yang menurut bukunya dilakukan oleh Holly untuk menenangkan dirinya. Bahkan menurutnya, efeknya lebih ampuh daripada menghisap mariyuana :D

Aku menyukai Holly. Beberapa sikapnya mungkin bisa sedikit memberi gambaran mengapa banyak pria yang jatuh hati padanya selain karena dia cantik. Dia berkepribadian kuat. Salah seorang temannya, bermaksud menolongnya dengan memberikan kesempatan casting di sebuah drama serial terkenal saat itu. Dalam pikiran temannya, dengan menjadikannya seorang aktris tentu akan membuat Holly menjadi kaya dan hidupnya akan senang. Tapi kamu tau apa yang dilakukan oleh Holly? Dia malah terbang ke New York pada saat casting itu berlangsung. Dia tidak mau menjadi artis, karena dia sadar dia tidak berbakat dan malah akan membuatnya kehilangan dirinya sendiri. Dia tidak mau seperti itu..

"Bukannya aku tidak mau kaya dan terkenal. Itu sudah ada dalam jadwalku, dan suatu hari nanti , aku akan berusaha meraihnya. Tapi jika saat itu tiba, aku masih ingin memiliki egoku.  Aku ingin tetap menjadi diriku sendiri saat terbangun pada suatu pagi yang cerah dan sarapan di Tiffany's." (Hal. 55)

Hidup Holly dekat dengan masalah. Dimulai masalah dengan tetangganya yang tidak suka dengan tingkah laku Holly yang selalu membawa pria yang berbeda-beda sampai berurusan dengan mafia narkotika. Holly yang lugu dan malang, sehingga dia dimanfaatkan. Bahkan ketika dia terjebak akibat keluguannya, dia harus menerima nasib kalau pria yang dicintainya, yang membuatnya belajar memasak, yang juga membuatnya menghentikan kebiasaannya pergi meninggalkannya. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula...

Tapi aku sangat menyukai endingnya. Endingnya tuh sesuai banget dengan karakter Holly yang aku tangkap dari novel ini. Cuek, pembangkang dan menikmati hidup.. bukan seperti ending filmnya yang katanya Hollywood banget -yang sudah dapat kubayangkan endingnya seperti apa walau belum melihat filmnya-

Well, untuk sebuah novel yang masuk dalam 1001 books you must read before you die (baca : kumpulan novel-novel tua yang sangat membosankan), buku ini menarik dan mudah diselesaikan. 3.5 bintang untukmu Holly.. cheeerssss.. selamat bersenang-senang di Rio, Miss Travelling.

Don't wanna sleep
Don't wanna die
Just wanna go a-travellin' through
The pastures of the sky

-Miss Holiday Golightly, Travelling-

Wednesday, May 29, 2013

Wishful Wednesday [2]

Wah, ga nyangka cepet banget udah hari rabu lagi. Dan ketemu lagi dengan Wishful Wednesday yang kedua :D . Buat yang belum pernah ikutan, langsung aja ke blognya mbak Astrid di Perpus Kecil . Siapa tahu permohonan kamu dikabulkan oleh Ibu peri Astrid minggu ini :D

Minggu ini aku pengen banget punya bukunya Jared Diamond yang judulnya Guns, Germ & Steel



Pada 1970-an, ketika sedang berada di Papua untuk meneliti burung, Jared Diamond ditanyai oleh sahabatnya yang orang Papua: Mengapa orang kulit putih membuat banyak barang berharga, sementara orang Papua tidak? Pertanyaan itu sebenarnya adalah pertanyaan mengenai mengapa kemajuan peradaban di berbagai benua itu berbeda-beda. Guns, Germs & Steel, buku pemenang Hadiah Pulitzer 1998, adalah jawaban Jared Diamond bagi pertanyaan sahabatnya.

Mengapa sebagian bangsa di dunia bisa mencapai kemajuan teknologi dan peradaban, sehingga lantas menaklukkan dan menjajah bangsa di bagian dunia lain? Apakah itu karena bangsa-bangsa itu hakikatnya lebih unggul daripada lainnya? Atau semua bangsa sama saja, dan yang membedakan adalah faktor lingkungan berupa tanah, iklim, flora-fauna, dan sejarah alam?

Guns, Germs & Steel mengajak kita melihat riwayat peradaban manusia pada masa tepat sebelum masa sejarah—mulai sekitar tahun 11.000 SM—yang justru penting karena pada waktu itulah unsur-unsur pembentuk peradaban manusia seperti pertanian dan bahasa muncul. Dari situ kita diajak meninjau perkembangan di semua benua, dan mengetahui mengapa kemajuan peradaban manusia di berbagai tempat itu berbeda-beda.

Akhir-akhir ini lagi suka baca buku model beginian. Sedang mengisi khazanah hidup dengan bacaan-bacaan yang lebih berbobot #apasih. Terlalu lama membaca buku jenis fantasy or romance or yang sejenis, bikin aku terlalu lama mengawang-ngawang dari bumi.. #tsaah. Semoga minggu ini bisa kebeli yah.. amiiinnnn..




Tuesday, May 28, 2013

Nasib Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna ku

Dua buku ini belum sempat kubaca saat seorang teman meminjamnya, sebut saja dia A. Dan jujur saja, aku sengaja membeli Ranah 3 Warna karena temanku ini bermaksud meminjamnya bersamaan dengan buku yang pertama, sedangkan aku hanya memiliki buku pertama. Buku pertamanya sendiri kudapat pas menonton premiere filmnya di Gandaria City. Jam 8 pagi di Gandaria City, dapat tiket dari seseorang. Sempat diusir satpam karena ternyata pihak Gramedia tidak memberitahukan sebelumnya ke pihak keamanan mall kalau akan ada acara nonton bareng premiere buku ini bersama sang author dan para pemeran sahibul menara


Sedikit norak sih memang, tapi aku juga meminta tanda tangan seluruh pemeran Sahibul Menara :") dan tentu saja A. Fuadi sebagai Authornya.

Awalnya, aku tidak berniat meminta balik buku-buku ku yang sudah kuserahkan dalam program perpustakaan online di salah satu perkumpulan pecinta buku. Namun atas dasar saran beberapa teman, buku-buku khusus seperti ini akhirnya kupinta.. termasuk sedang kupinta juga Biografi Steve Jobs yang ditandatangani langsung oleh Water issacson dan Buku-bukunya Dewi lestari. Karena dalam sistem Perpustakaan Online ini, buku akan dikirim ke orang yang meminjam selanjutnya tanpa perlu balik dulu ke pemilik asli buku. Sistem berantai. A pun mengirimkannya ke E yang selanjutnya meminjam buku ini. Aku pun segera menghubungi E untuk meminta balik dua buku yaitu Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna.

Dua buku dari lima buku yang kupinta balik sudah datang, dan aku terkejut melihat kondisinya sekarang. Buku yang pada saat kukirimkan masih dalam kondisi 99 % kini menjadi mengenaskan.

Keriting karena basah

Bukunya keriting

terlipat dan berserabut ujungnya

Berserabut ujung atasnya

timbul bercak kuning :(

Aku jadi takut membayangkan tiga buku sisanya :'(

Aku pikir, semua pecinta buku pasti akan merawat buku-bukunya.. bukankah buku itu layaknya jiwa bagi para pecinta buku?

Mungkin setelah ini, aku akan berhenti dulu meminjamkan buku kepada siapapun.

Monday, May 27, 2013

Departemen mistery, Harry Potter and You Know Who



Harry Potter dan Orde Phoenix
By. Jk Rowling
1200 halaman
Gramedia Pustaka Utama
5/5



Harry di tahun kelimanya. Setelah peristiwa yang mencengangkan dirinya di turnamen triwizard pada tahun keempat -dimana akhirnya you know who dapat bangkit kembali- Harry sedikit cemas akan kehebohan yang akan terjadi di dunia sihir. Berhari-hari dia berharap-harap cemas akan berita yang akan ditampilkan oleh daily prophet dan stasiun-stasiun berita muggle. Berhari-hari pula dia harus bersembunyi di semak-semak di halaman rumah paman dan bibinya demi bisa melihat berita yang sedang ditayangkan, eh tapi kok gak ada berita aneh yah?

Tak hanya itu, daily prophet pun tidak menunjukkan kehebohan setelah kenyataan bahwa you know who telah bangkit. Dan hal ini membuat dirinya merasa heran dan aneh. Belum lagi surat-surat dari kedua sahabatnya Ron dan Hermione yang seakan-akan menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Harry kini merasa sedikit frustasi dan kesepian. Sampai suatu ketika dua orang dementor menyerangnya dan duddley saat mereka sedang berkelahi di sekitar area perumahan bibinya. Dari situlah terungkap bahwa salah satu tetangganya adalah squib dan selama ini Harry ternyata diawasi bergantian. Diawasi tapi tak ada yang mau memberitahunya apa yang sedang terjadi di dunia sihir sana. Tiba-tiba Harry merasa sangat marah.
Hingga akhirnya Harry dijemput kembali oleh beberapa penyihir yang ternyata tidak membawanya ke The Burrow seperti biasanya, namun membawa dia ke.. Grimmauld Place no. 12

Wednesday, May 22, 2013

Wishful Wednesday [1]

First time?

yeah... Ini pertama kalinya aku ikutan meme nya kak Astrid di Perpus Kecil . Ketinggalan kereta banget karena ternyata kak Astrid udah ngadain meme ini 59 kali artinya 59 kali hari rabu.. :))

Hari rabu ini, aku pengen banget Goddess Girls series. Baru baca yang Athena The Brain dan langsung suka! Jadi pengen banget baca yang lainnya..

Serial Buku ini bercerita tentang empat serangkai yang tergabung dalam pom pom girl nya Mount Olympus Academy yaitu sekolahannya para dewa dan dewi. Ada yang bercerita tentang Athena, lalu Aphrodite, Artemis, dan Persephone.

Buku-buku ini tuh ngajarin mythology dengan ringan sekali, bagaimana sifat-sifat mereka dalam mythology itu. Bahkan sampai merembet ke peristiwa-peristiwa sejarah yang lain. Contohnya Perang Troya di buku Athena The Brain.


Dan perhatiin deh buku-buku di atas, cover nya menarik banget kan? Segmen pembaca buku ini memang anak-anak sampai remaja ya, tapi yang udah gede juga ga ada salahnya kok baca buku ini. :D

Ayo.. siapa yang mau ngasih serial ini buat aku? nanti aku doakan masuk surga :D

Saturday, May 18, 2013

Rokok Tjap Gadis Kretek

Soeraja sekarat. Bibirnya berulang kali menyebut nama Jeng Yah dan bukan Purwanti nama istrinya. Siapakah Jeng Yah yang ternyata memiliki julukan gadis kretek ini? Apa hubungannya dengan Soeraja? Dan ada hajat apa hingga Soeraja terus menerus menyebut namanya dalam sekaratnya?

Buku ini dimulai dengan sudut pandang seorang Lebas. Anak bontot dari keluarga Soeraja yang tengah mengunjungi ayahnya yang sedang sekarat. Bersama Tegar dan Karim, Lebas pun penasaran dengan Jeng Yah. Wanita yang namanya terus saja digumamkan ayahnya dalam ketidaksadarannya.

Ibunya ternyata cemburu berat ketika tahu suaminya masih saja menyebut nama Jeng Yah. Dia bahkan berharap suaminya mati saat itu... Reaksi dari ibunya ini semakin membuat Tegar, Karim dan Lebas berfikir kalau Jeng Yah adalah masa lalu sang ayah. Untuk memenuhi permintaan terakhir sang ayah yang nampaknya ingin bertemu Jeng Yah, berangkatlah ketiga anaknya tersebut menelusurinya...

Lalu cerita mundur kebelakang.. menceritakan kisah hidup Idroes Moeria, Soedjagad dan Roemaisa. Disini kita akan mendapati persaingan antara Sodjagat dan Idroes dalam meminang Roemaisa anak gadis sang juru tulis hingga persaingan bisnis mereka.

Dua model POV dan dua setting waktu dalam novel ini membuat penasaran siapapun yang membaca buku ini. Siapakah Jeng Yah, lalu apa hubungannya dengan Idroes Moeria? Semua fakta yang diungkap sedikit demi sedikit oleh Ratih Kumala membuat aku enggan untuk menutup buku ini karena dikejar rasa penasaran.

Ratih Kumala dalam buku ini sepertinya hendak menceritakan tentang kekuatan seorang perempuan atas hal yang selama ini dikuasai oleh laki-laki. Yaitu, kretek. Dimulai dengan perjuangan Roemaisa saat membangkitkan industri kretek yang awalnya dibangun oleh suaminya namun kemudian mati suri karena sang suami tertangkap Jepang untuk ikut program romusha di Soerabaia. Lalu kemudian diikuti dengan anaknya Jeng Yah dalam meneruskan usaha tersebut dan menciptakan saus yang enak untuk kreteknya.

dan endingnya? :))

sungguh di luar dugaan.. serius deh, aku tertawa saat membaca fakta yang terungkap di akhir buku ini. Dan satu lagi anekdot yang kupikir pas untuk cerita ini :D bahwa Wanita pun bisa jatuh karena laki-laki. Posisi penghancur dan pengkhianat dalam buku ini adalah laki-laki :D.  Luka di dahi Soeraja itulah buktinya :))

Gadis Kretek
By. Ratih Kumala
274 hlm. Gramedia Pustaka Utama
Rate 3/5

Friday, May 17, 2013

Seekor Filsuf?



Enzo,The Art of Racing In The Rain


Paperback, 412 pages
Published April 2009 by PT. Serambi Ilmu Semesta
ISBN 139789790241503
edition language Indonesian



"Cerita yang sejajar dengan The Alchemist (Paulo Coelho) dan Life of Pi (Yann Martel)...." -The Portland Oregonian-

Komentar dari The Portland Oregonian di atas sebenernya udah bikin diriku nyengar-nyengir sendiri pas ngebacanya. Dan membayangkan kalau Ini buku pasti bikin ngawang-ngawang. Pasti deh penuh dengan kalimat-kalimat yang aku sendiri ga bisa cerna maknanya apa, karena seperti masuk kuping kiri terus mental lagi dan hanya membuat aku bengong dan terpana hahaha.. Buku-buku filsafat memang bukan jenis buku favorite ku.

Dan begitu baca bukunya jreng jreeeng.. Langsung nyengir lagi  . Ini adalah buku teraneh yang pernah aku temuin sampe detik ini. Sebuah buku yang mengambil point of view seorang anjing. Anjing nya anjing filsuf lagi. Aku jadi tidak sanggup membayangkan kalau anjing seperti ini benar-benar nyata di dunia, aku pastilah orang yang pertama minder dengan keberadaan mereka.

Buku ini bercerita tentang Enzo dan hubungannya dengan tuannya Denny Swift seorang pembalap semi professional serta istri nya Eve dan Zoe anak mereka. Sebuah cerita dengan tema yang sederhana sebenarnya yaitu tentang cinta kasih, dan keluarga namun dikemas dengan cara yang tidak biasa, dan juga bercerita tentang obsesi Enzo menjadi seorang manusia.
Enzo merasa dirinya adalah anjing yang berbeda dengan anjing lainnya. Enzo bukan anjing golden retriever biasa, karena pikirannya sangat ‘manusia’. Ia gemar menonton F1 dan National Geographic, melalui Denny Ia memperoleh pemahaman soal hidup. Menurut Enzo juga, balapan adalah tentang disiplin dan kecerdasan, bukan hanya siapa yang bisa melaju lebih kencang. Dia yang membalap dengan pintar akan selalu menang pada akhirnya.

Setelah menonton acara di national geographic tentang proses reinkarnasi anjing menjadi manusia yang dipercaya oleh rakyat mongolia, Enzo semakin yakin bahwa di kehidupan selanjutnya dia pun akan menjadi manusia. Dan dia mempersiapkan hal itu! Dia mempelajari bagaimana mengunyah makan layaknya manusia dsb. Setelah mempelajari apa saja yang diperlukan untuk menjadi manusia mulia dan sukses, anjing bijaksana itu tak sabar lagi menunggu kehidupan selanjutnya.

Awal-awal membaca buku ini aku merasa skeptis karena aku tidak menyukai dua tema utama dalam buku ini yaitu anjing dan dunia balap. Aku bukan seorang pet lover dan lebih suka sepak bola dibandingin balap mobil, ditambah buku ini penuh dengan narasi dan hanya sedikit bagian percakapan di beberapa bagian. Aku jadi sangsi apakah aku bisa bertahan menyelesaikan buku ini sampai akhir ? Dan jawabannya adalah iya, bahkan aku menyeleseikan buku setebal 412 halaman ini dalam waktu kurang dari satu hari. Narasi-narasi nya di tulis dengan cerdas dan jenaka.

Aku tergelak saat Enzo menantang teori Darwin yang mengatakan kerabat terdekat manusia adalah monyet, karena menurut dia kerabat terdekat manusia adalah seekor anjing. Dan untuk mendukung teorinya itu, dia pun berargumen seperti ini :

Bulan purnama muncul. Kabut menggantung pada batang terendah pohon cemara. Manusia itu melangkah keluar dari sudut tergelap dan mendapati dirinya mulai berubah menjadi … seekor monyet? Kurasa tidak.” (Hal. 32)

Hahahaha  argumen yang dia maksud di atas adalah mengenai transformasi manusia serigala yang masih satu family dengan anjing. Dan saya terenyuh sambil memikirkan kata-katanya saat dia mengungkapkan keheranannya perihal perseteruan dua kubu mengenai teori darwin seperti ini :

"Namun, aku tidak mengerti kenapa para pendukung konsep evolusi dan konsep penciptaan bersikukuh untuk saling menjatuhkan. Kenapa mereka tidak bisa melihat bahwa spiritualisme dan ilmu pengetahuan merupakan satu kesatuan? Bahwa tubuh berevolusi dan jiwa pun demikian, dan alam semesta adalah tempat cair yang mengawinkan keduanya dalam satu paket menakjubkan bernama manusia. Apa yang salah dengan gagasan itu?"
(Hal. 29)

indah bukan ? 

Atau bagaimana ketika Enzo berfilosofis saat Denny sedang tertimpa musibah dengan kata-kata yang tidak kalah indah..

“ Siapa Achilles tanpa urat ketingnya? Siapalah Samson tanpa Delilah? Siapakah Oedipus tanpa kaki pekuknya? Pahlawan sejati memiliki cela. Ujian sesungguhnya untuk seorang juara bukan apakah dia bisa berjaya, namun apakah dia mengatasi rintangan apalagi yang berasal dari dirinya sendiri agar bisa berjaya." (Hal. 183)

Dan, lanjutannya adalah kalimat favorit aku, "Matahari toh terbit setiap hari. Apanya yang dapat dicintai? Kuncilah matahari di dalam kotak. Paksalah matahari untuk mengatasi rintangan agar bisa terbit. Baru kita akan bersorak! Aku akan kerap mengagumi matahari terbit yang indah, tapi aku tak akan pernah menganggap matahari sebagai sang juara karena berhasil terbit." (Hal. 184)

Buku ini mengajar mengenai nilai-nilai kehidupan, persahabatan, keluarga dan kasih sayang. Ada humor, drama, bahkan haru di setiap kisahnya.

Mungkin kalian akan berfikir "Apa istimewanya? Ini kan buku fiksi dan gak benar-benar ada anjing seperti Enzo." Gila memang jika mengira, bahkan berharap, buku ini non fiksi. Tapi tunggu sampai kamu menghabiskan beberapa bab di awal buku ini, pasti kamu akan sependapat dengan aku, hampir mustahil berpikir buku ini fiksi. Kalau buku The Man Who Loved Books Too Much nya Allison Hoover adalah buku yang terlalu fiksi sebagai kisah nyata, maka buku ini adalah kebalikannya buku ini adalah kisah fiksi yang terlalu logis dan menyentuh seolah itu benar-benar nyata.

Mengutip kalimatnya AS. Laksana, bahwa kisah yang bagus adalah kisah yang nyata dan logis. Kisah Enzo menjadi logis karena setiap unsur dalam buku Stein ditempatkan dengan seksama. Bahkan hal-hal spele dengan sengaja diletakkan penulis agar kisahnya benar-benar menjadi hidup, masuk akal, dan membuat pembaca percaya kisah itu benar-benar ada. Seekor anjing dengan jiwa manusia.

Garth Stein sangat jenius menurutku. Dia paham betul bagaimana mengawali suatu paragraf dengan baik, lalu ritme menulis yang benar-benar terjaga, peristiwa demi peristiwa dalam hidup Enzo dan Keluarga Swift dia tuturkan dengan baik, dia tau kapan harus membuat penasaran dan kapan harus membuat pembacanya merasa lega. Hal itu sangat membantu sekali untuk menjaga hasrat membaca buku yang penuh dengan narasi ini.

Setiap ornamen dia tempatkan pada tempatnya. Bahkan melebihi teori-teori dalam menulis, dia melampauinya dengan menambahkan elemen luar biasa yaitu JIWA.

This book drives me to address love in another shape. I don't need more reason to listed it as one of my favorite book. I really lost word to describe. This book which like a sermon. Read it as if we listen the sound of universe

Thank Mr. Stein

Rate 4.5 of 5

Si Cerdas Athena

Goddess Girls #1 : Si Cerdas Athena
By. Joan Holub dan Suzanne Williams
170 halaman
Atria, Januari 2013

Pernah gak sih terpikirkan oleh kita gimana rasanya setelah 12 tahun gak tahu siapa ayah dan ibu kita kemudian tiba-tiba dapat surat dari raja para dewa yaitu Zeus yang memberitahukan bahwa dia adalah ayah kita dan kita adalah seorang dewi? Kaget? Shock? Pingsan? Terpesona? Haaa.. itulah yang terjadi pada Athena, siswi SMP Triton. Dia yang selama ini bingung siapa ayah ibunya, tiba-tiba harus menerima kenyataan kalau dirinya adalah seorang dewi dan diperintahkan untuk melanjutkan pendidikannya di akademi para dewa dewi yaitu Mount Olympus Academy .

Tapi Athena ga sampe histeris gimana gitu apalagi sampe pingsan pas tahu kenyataan ini. Soalnya emang dari dulu dia merasa kalau diri dia berbeda dengan manusia kebanyakan. Bayangin aja coba, dia sudah bisa merajut dan matematika saat umurnya masih tiga tahun dan menciptakan terompet serta flute diumurnya yang baru 12 tahun. Aneh kan?  Aneh sih.. tapi jangan sampe membawa serius informasi ini ya hahhaha.. aslinya sih bukan Athena yang nyiptain terompet dan Flute. Walau memang tidak ada yang tahu siapa yang menciptakan kedua alat musik tersebut. Terompet dan Flute kabarnya sudah dimainkan dari sebelum masehi loh...

Akhirnya, berangkatlah Athena menuju Mount Olympus Academy. Ternyata di akademi tersebut tidak hanya ada para dewa dan dewi saja, tapi juga manusia yang dilahirkan dengan bakat-bakat istimewa seperti medusa dan pandora. Dan dari pelajaran-pelajaran di akademi tersebutlah, asal muasal mengapa terjadinya perang Troya coba dijelaskan oleh penulis dengan cara yang ngasal.. hahahha serius ngasalnya. Jadi.. perang troya terjadi gara2 medusa ga mau Helen jatuh cinta dengan pahlawannya aphrodite ya? dan strategi kuda troya diciptakan oleh athena? juga zaitun? kapal? garu? hahahha.. bahkan rambut ularnya medusa gara2 snakepoo nya athena? :)) dan medusa kena kutukannya sendiri gara2 mau lihat kotoran di giginya? :))

Tapi bener gak sih kalau medusa itu jatuh cinta dengan Poseidon? Tapi Poseidon jatuh cinta dengan Athena? Terus bener gak sih kalau Poseidon tampan? Soalnya selama ini gak pernah liat patung Poseidon yang tampan, tahunya klo dia itu digambarkan sebagai pria tuir dengan perut sixpack :)) dan kaki ikan sambil membawa trisula.

Lalu yang makin ngasal adalah.. apakah atlantis, the jungle, snow bay dan pemilik semua taman bermain air sudah membayar royalti pada Poseidon? Kan di buku ini dibilang kalau dia lah pemilik hak cipta taman bermain air hahahaahah :))

Buku ini serius sangat menghibur sekali.. sangat imajinatif. Secara tak sadar kita belajar tentang sifat2 setiap dewa dan dewi dalam mitologi yunani. Bahasa dan bahasannya ringan. Bahkan penjelasan mengenai strategi kuda troya pun bisa dijelaskan dengan singkat dan jelas :D

ga sabar untuk membaca serial goddess girls yang lain ^^